Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Gelombang Laut Selatan Bisa Mencapai Enam Meter

Ahad 09 Jun 2019 16:23 WIB

Rep: eko widiyatno/ Red: Ani Nursalikah

Gelombang air laut.

Gelombang air laut.

Foto: Forum Kordinasi SAR Daerah Sukabumi
BMKG mengimbau nelayan tidak melaut karena gelombang tinggi berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di Laut Selatan Jawa agar lebih berhati-hati dan waspada. Hal ini mengingat ketinggian gelombang laut selatan bisa mencapai enam meter.

Dalam rilis yang disampaikan pada media, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo menyebutkan, kecepatan angin di selatan khatulistiwa pada Ahad (9/6) mencapai 4-25 knot. Sedangkan di utara equator, kecepatan angin sekitar 4-15 knot.

"Kecepatan angin di selatan khatulistiwa tersebut, bisa memicu terjadinya gelombang tinggi. Khususnya, di perairan selatan Jawa, dan perairan lain di Samudra Hindia," katanya.

Dia menyebutkan, BMKG Cilacap telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada pemangku kepentingan kelautan yang berlaku sejak 9-12 Juni 2019. Dia mengingatkan, gelombang tinggi di selatan Jawa sepanjang waktu tersebut kisaran 4-6 meter.

Menurutnya, gelombang setinggi itu sangat berbahaya bagi perahu nelayan dan kapal-kapal lainnya. Bahkan bagi para nelayan, diimbau tidak melaut lebih dulu karena ketinggian gelombang sangat membahayakan perahu atau kapal mereka.

Demikian juga dengan kapal tongkang pengangkut batubara atau kapal besar lainnya, diharapkan untuk lebih waspada terhadap kecepatan angin. Bila kecepatan angin terdeteksi lebih dari 21 knot, diharapkan untuk menepi ke kawasan pantau lebih dulu.

"Demikian juga kepada wisatawan pantai, jangan bermain air di pantai. Apalagi berenang atau mandi karena gelombang laut sedang tidak cukup bersahabat," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA