Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Pemprov DKI Jakarta Jelaskan Anggaran Mudik Gratis

Ahad 09 Jun 2019 19:50 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Hasanul Rizqa

Peserta mudik gratis (ilustrasi)

Peserta mudik gratis (ilustrasi)

Foto: Republika
Anggaran Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta capai Rp 14 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan mudik gratis untuk pertama kalinya pada tahun ini. Untuk melaksanakannya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi tersebut menggelontorkan anggaran sebesar Rp 14 miliar. Dana sebanyak itu termasuk untuk arus balik.

"Terdapat sejumlah informasi yang tidak benar dan tidak akurat yang tersebar di media sosial terkait anggaran sewa bus yang mencapai 14 miliar rupiah," jelas Plt Kepala Dishub DKI Sigit Wijatmoko dalam siaran persnya, Ahad (9/6).

Baca Juga

Ia menjelaskan, anggaran tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor. Dengan total sebanyak 62 truk. Itu terdiri atas 36 unit truk arus mudik dan 26 unit truk arus balik.

Selain itu, lanjut dia, biaya untuk pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. Berdasarkan penghitungannya, anggaran untuk sewa bus saja sebesar Rp 11,4 miliar untuk arus mudik dan arus balik.

"Dengan demikian, armada bus yang disiapkan juga untuk dua kali perjalanan, dengan total armada sebanyak 594 bus," kata Sigit.

Ia memaparkan, total armada bus yang disiapkan sebanyak 594 bus dengan rincian 372 bus arus mudik dan 222 bus arus balik. Dengan harga sewa mencapai Rp 11,4875 miliar.

Jika dirata-rata, maka rincian anggaran untuk sewa per busnya sebesar Rp 19,3 juta. Menurut Sigit, dengan kapasitas bus masing-masing mengangkut 54 orang maka biaya rata-rata per orang mencapai Rp 358 ribu.

"Sehingga, jumlah penghitungan anggaran sewa per bus bukan sebesar 29 juta seperti yang tersebar di media sosial, melainkan 19,3 juta per bus," tutur Sigit.

Ia melanjutkan, harga sewa bus tidak sama untuk berbagai tujuan seperti Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan. Besaran sewanya berbeda-beda, sesuai kota tujuannya. Sementara ada 10 kota tujuan mudik gratis ditambah Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Sigit menambahkan, kontrak dengan mitra operator baik bus maupun truk merupakan kontrak harga satuan. Artinya, pembayaran sesuai jumlah bus dan truk yang dipakai. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak membayar unit kendaraan yang tidak dipakai.

"Untuk saat ini belum dilakukan pembayaran, mengingat kegiatan arus balik yang masih berjalan," lanjutnya.

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan arus balik gratis yang dimulai sejak Sabtu (8/6) yang hendak kembali ke Ibu Kota. Jumlah penumpang dalam arus balik yang melalui program ini sebanyak 9.657 orang dengan menggunakan 222 unit bus.

Pada saat arus balik ini, 10 bus dari kota asal akan menuju Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. Dishub DKI Jakarta bekerja sama dengan Transjakarta dalam memberikan layanan lanjutan berupa shuttle gratis ke terminal-terminal di DKI Jakarta. 

Di antaranya adalah Terminal Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Kampung Melayu, Rawamangun, dan sebagainya. Dengan cukup menunjukkan tiket mudik gratisnya saja.

"Hal ini untuk memastikan bahwa layanan lanjutan bagi masyarakat dapat diakses 24 jam,” tutur Sigit.

Sementara itu, telah diberangkatkan 26 truk pengangkut sepeda motor. Dengan rincian Ciamis satu truk, Kuningan satu truk, Tegal dua truk, Pekalongan tiga truk, Semarang tiga truk, Kebumen tiga truk, Solo empat truk dan satu cadangan, Yogyakarta empat truk, Wonogiri tiga truk, dan Jombang satu truk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA