Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Hampir Setengah Juta Wisatawan Kunjungi Sleman

Selasa 11 Jun 2019 12:58 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Sejumlah wisatawan mengambil gambar puncak Gunung Merapi di Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (24/5/2019). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merekomendasikan jarak aman melihat fenomena guguran lava pijar Gunung Merapi menjadi obyek wisata adalah radius tiga kilometer dari puncak.

Sejumlah wisatawan mengambil gambar puncak Gunung Merapi di Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (24/5/2019). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merekomendasikan jarak aman melihat fenomena guguran lava pijar Gunung Merapi menjadi obyek wisata adalah radius tiga kilometer dari puncak.

Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Periode libur sebelum Lebaran lebih besar daripada periode libur setelahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabupaten Sleman menjadi salah satu tujuan wisata paling banyak dikunjungi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Lebaran 2019. Tahun ini, hampir setengah juta wisatawan kunjungi Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Sudarningsih, mengatakan tahun ini ada yang berbeda. Sebab, periode libur sebelum Lebaran lebih besar daripada periode libur setelahnya.

Periode libur sebelum Lebaran berlangsung enam hari mulai 30 Mei-4 Juni 2019. Sedangkan, periode libur setelah Lebaran berlangsung empat hari mulai 6-9 Juni 2019.

"Diperkirakan jumlah kunjungan wisata selama libur Lebaran (30 Mei-9 Juni 2019 sebesar 350-400 ribu kunjungan," kata Ning, Selasa (11/6).

Terkait kunjungan, pemantauan dilakukan di beberapa destinasi wisata yang ada dan jalan masuk atau ke luar Kabupaten Sleman. Dari sana, ditemui jumlah kunjungan yang cukup tinggi.

"Jumlah kunjungan wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman selama periode libur Lebaran (1-9 Juni 2019) tercatat sebanyak 481.959 kunjungan," ujar Ning.

Ada 175.451 kunjungan ke lereng Merapi (Kaliurang dan Kaliadem). 114.140 kunjungan ke rekreasi keluarga seperti Sindu Kusuma, Jogja Bay, Taman Alamanda dan Exotarium dan Taman Pelangi.

Sebanyak 105.248 kunjungan ke candi-candi, 71.953 kunjungan ke Tebing Breksi, 11.214 kunjungan ke Monumen Jogja Kembali, dan 3.953 kunjungan ke Blue Lagoon dan Lava Bantal.

Ning menerangkan, secara persentase hampir 77,38 persen setara dengan 372.930 wisatawan atau pemudik memenuhi destinasi wisata pada Hari Raya Idul Fitri. Itu terhitung dari hari H sampai H+3.

"Puncak kunjungan di destinasi wisata terjadi pada H+3 Lebaran atau 8 Juni 2019 dengan total kunjungan mencapai 127.598 kunjungan," kata Ning.

Untuk periode 5-8 Juni 2019, 103.797 kunjungan ke Kaliurang dan Kaliadem, 80.965 kunjungan ke candi-candi, 78.431 kunjungan ke rekreasi keluarga. Lalu, ada 55.351 kunjungan ke Tebing Breaksi.

Sebanyak 4.114 kunjungan ke Monumen Jogja Kembali, dan sisanya 3.953 kunjungan tersebar ke Blue Lagoon dan Lava Bantal. Khusus Tebing Breksi, ada penurunan sebesar 27,49 persen.

Dari total 42.409 kunjungan pada 2018 menjadi 30.751 kunjungan pada 2019. Meski begitu, secara umum, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman sudah melebihi target yang ditetapkan.

"Bila dibandingkan dengan prediksi, kunjungan wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada libur Lebaran melebihi target yang ditetapkan sebesar 120.49 persen," ujar Ning.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA