Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Ambon Hingga 19 Juni

Selasa 11 Jun 2019 14:07 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Personel TNI dan Polri melakukan rehabilitasi gedung di kompleks kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang mengalami kerusakan karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan bencana tanah longsor. Ahad (9/6/2019).

Personel TNI dan Polri melakukan rehabilitasi gedung di kompleks kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang mengalami kerusakan karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan bencana tanah longsor. Ahad (9/6/2019).

Foto: dok. Dispen Lantamal IX
Cyrag guhan dengan intensitas sedang sampai lebat menyebabkan tanah longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Ambon, Maluku telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor mulai 6 Juni 2019 hingga 19 Juni 2019. Penetapan status ini menyusul bencana longsor yang terjadi di Ambon.

Baca Juga

Kasubdit Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budhi Erwanto mengatakan, curah hujan dengan intensitas sedang sampai lebat pada 5 dan 6 Juni 2019 sampai dengan Ahad (9/6) terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat mengguyuri Kota Ambon.

"Sehingga menyebabkan tanah longsor yang merusak beberapa rumah warga dan akses transportasi jalan darat dari masyarakat selaku pengguna jalan terganggu material longsor yang menutupi badan jalan di Kecamatan Sirimau, Kecamatan Teluk Ambon, dan Kecamatan Leitimur Selatan," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/6).

Akibatnya, dia menambahkan, warga yang terdampak yaitu di Kecamatan Teluk Ambon 2 KK (10 jiwa), Kecamatan Sirimau 3 KK (20 jiwa), dan Kecamatan Leitimur Selatan 1 KK. Selain itu, ia menyebut IAIN Ambon juga mengalami kerusakan.

Ia menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon sudah melaporkan kejadian bencana yang dan direspons dengan turunnya tim BNPB. "Pemkot telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari yang terhitung mulai tanggal 6-19 juni 2019," katanya.

Penetapan status ini, dia menambahkan, berimplikasi pada kegiatan penanganan darurat dan keposkoan. Kemudian aktivasi posko agar dilaksanakan BPBD Kota Ambon menyusun rencana operasi. Pihak rektorat IAIN Ambon, dia menambahkan, juga akan melaporkan hal ini pada pemerintah pusat. Kemudian di hari ini, ia menyebut pemerintah gabungan melakukan rapat koordinasi antisipasi musim penghujan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA