Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Jateng Naik 40 Persen

Selasa 11 Jun 2019 22:48 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wisatawan berfoto di wahana Ondo Langit wisata alam Bukit Gumuk Reco, Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (9/6/2019).

Wisatawan berfoto di wahana Ondo Langit wisata alam Bukit Gumuk Reco, Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (9/6/2019).

Foto: Antara/Aji Styawan
Disporapar Jateng menyebut terjadi lonjakan wisata ke berbagai lokasi di Jateng

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Selama liburan Lebaran 1440 Hijriyah, sejumlah obyek wisata unggulan di Jawa Tengah mengalami lonjakan angka kunjungan. Lonjakan kunjungan wisatawan di sejumlah obyek wisata unggulan ini mencapai 40 persen dibandingkan rata- rata kunjungan akhir pecan di luar momentum lebaran.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rahmadi mengatakan, lonjakan angka kunjungan mencapai 40 persen melampaui prediksi awal Disporapar Provinsi Jawa Tengah. “Sebelum lebaran kami memprediksikan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah berkisar 25 persen, tapi ternyata realisasinya mencapai 40 persen,” katanya, di Semarang, Selasa (11/6).

Ia juga menyebut, hal ini tidak terlepas dari pengaruh proyek pembenahan pengelolaan destinasi serta penguatan infrastruktur pariwisata yang lebih baik di Provinsi Jawa Tengah. Karena dalam beberapa tahun terakhir Jawa Tengah terus memperkuat berbagai faktor pendukung optimalisasi kunjungan pariwisata.

Pemprov Jawa Tengah dalam melakukan penataan destinasi wisata, diarahkan agar selain bagus, destinasi pariwisata unggulan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan. Sehingga akan semakin menarik minat kunjungan para waisatawan di Provinsi Jawa Tengah ini.

Ia juga menambahkan, destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi selama liburan lebaran kali ini adalah wisata alam. Di sejumlah lokasi seperti Solo, Wonosobo, Tegal, Magelang, Banyumas, Jepara, Tegal, Semarang dan daerah lain, destinasi wisata alam menjadi yang paling banyak diminati wisatawan.

Kendati sukses dalam menarik kunjungan wisatawan, Sinung juga tidak mengelak jika masih ada beberapa bahan evaluasi di balik lonjakan kunjungan wisata pada libur lebaran tahun ini. Misalnya terkait tarif di beberapa lokasi wisata yang di anggap masih terlalu mahal, baik untuk tarif tiket maupun kulinernya.

Padahal Disporapar Provinsi Jawa Tengah mewanti-wanti pengelola wisata dan para pedagang kuliner untuk tidak ngepruk atau mengenakan harga yang terlalu mahal. “Sudah ada laporan beberapa yang masuk ke saya terkait adanya tarif yang terlalu mahal tersebut,” tegasnya.

Sinung juga menjelaskan, kasus yang paling mencolok pada libur lebaran tahun ini adalah adanya salah satu pedagang kuliner yang menerapkan tarif terlalu tinggi pada konsumennya. Kepada pedagang yang dimaksud, Disporapar sudah mengambil tindakan berupa peringatan dan melakukan edukasi.

Bahkan Disporapar juga menegaskan bakal memberikan sanksi kalau nekat mengulanginya lagi. “Ke depan kami akan melakukan komunikasi dengan sejumlah paguyuban kuliner di seluruh Jawa tengah untuk bisa bersama- sama mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan saat libur lebaran di Jawa Tengah tahun ini mengalami peningkatan. Di sejumlah daerah, peningkatan terjadi cukup signifikan. Di Kota Semarang misalnya, selama libur lebaran tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung tembus diangka 80 ribu orang, pada hari Rabu (5/6) hingga Jumat (7/6). 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa lebaran tahun ini menjadi berkah bagi warga Jawa Tengah. Selain itu, sejumlah destinasi wisata juga ramai dikunjungi wisatawan. “Saya kemarin keliling di beberapa destinasi wisata dan hampir semuanya ramai dikunjungi wisatawan,” jelasnya.

Menurut gubernur, ini sangat baik dan untuk itu ia selalu berpesan agar pengelola tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Ya itu tadi, harganya jangan ngepruk, kalau tempat wisatanya bagus, bersih, aman dan nyaman, maka nanti wisatawan merasa kerasan berlama- lama di Jawa Tengah,” tandasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA