Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Dalang Kerusuhan 22 Mei Belum Terungkap

Rabu 12 Jun 2019 15:46 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko

Foto: Republika/Bayu Adji P
Polisi masih menyelidiki tersangka yang diduga terlibat rencana pembunuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut dalang dari rencana eksekusi empat tokoh nasional masih belum terungkap. Hingga saat ini, kata dia, kepolisian masih menyelidiki para tersangka yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. 

Baca Juga

"Yang kemarin yang dikenalin lebih dalam adalah bagaimana asal usul senjata. Selanjutnya nanti akan maju lagi siapa sih sesungguhnya yang berada di balik ini semuanya. Jadi kemarin belum sampai ke dalang kerusuhannya, kemarin lebih mengungkap asal usul senjata dan mau dipakai apa senjata itu," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/6).

Mantan Panglima TNI itupun yakin dalang dari rencana pembunuhan tersebut akan segera terungkap. Namun, ia meminta agar masyarakat bersabar menunggu karena proses penyelidikan membutuhkan waktu.

"Itu nanti akan ketahuan siapa yang sesungguhnya. Ini masih proses. Hanya memakan waktu," kata dia. 

Moeldoko juga tak menutup kemungkinan masih adanya aktor lainnya selain Kivlan Zein dalam rencana pembunuhan tersebut.

"Ya bisa ada, bisa bagaimana nanti hasil investigasi berikutnya," ujar dia.

Sebelumnya, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein diduga terlibat dalam rangkaian kerusuhan 22 Mei lalu dan rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. 

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam, Kivlan merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional. Kivlan telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong dan juga makar. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA