Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Sebagian Besar Daerah Jatim Berpotensi Alami Kekeringan

Jumat 14 Jun 2019 14:39 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Kekeringan

Kekeringan

Foto: Dok Istimewa
Prakiraan curah hujannya juga diprediksi sudah bersifat di bawah normal.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi sebagian besar daerah Jawa Timur (Jatim) akan mengalami kekeringan. Situasi ini diperkirakan akan terlihat pada puncak kemarau di Agustus mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto menerangkan, daerah Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun dan Nganjuk diperkirakan akan mengalami kekeringan. Sebagian Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar, Malang, dan Lumajang juga akan masuk dalam kategori tersebut.

"Lalu sebagian Jember, sebagian Banyuwangi, sebagian Bondowoso, sebagian Situbondo, sebagian Probolinggo dan sebagian Pasuruan," kata Teguh kepada Republika, Jumat (14/6).

Selain itu, sebagian Jombang, Mojokerto dan Sidoarjo juga diprediksi akan mengalami kekeringan. Kemudian sebagian Gresik dan Surabaya. Untuk wilayah Lamongan dan Bojonegoro diperkirakan hanya sebagian kecil yang akan berada di situasi tersebut.

Tidak hanya area-area tersebut, beberapa wilayah di Pulau Madura juga dinilai akan berada dalam kondisi kekeringan. Antara lain Sampang, sebagian Pamekasan, dan beberapa area di Sumenep.

Menurut Teguh, prakiraan ini diungkapkan karena daerah-daerah tersebut sudah tidak hujan sampai dalam perioede sekarang. Prakiraan curah hujannya juga diprediksi sudah bersifat di bawah normal.

Dalam mengahadapi situasi tersebut, Teguh mendorong masyarakat agar tetap menjaga kondisi badan. Asupan cairan di tubuh diharapkan agar tidak sampai kekurangan.

Selain itu, masyarakat diminta agar tidak membakar sampah dan lahan sembarangan tanpa pengawasan. Kemudian juga diharapkan tidak membuang rokok secara liar. Sebab, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

"Tetap waspada debu untuk kesehatan pernapasan," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA