Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Siap Jadi Ketum Golkar, Airlangga: Ada PR yang Belum Selesai

Ahad 16 Jun 2019 09:39 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah)

Foto: Republika/ Wihdan
Airlangga memberi sinyal kembali siap menjadi Ketua Umum Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberi sinyal siap melanjutkan kepemimpinan di partai berlambang pohon beringin itu. Menurut Airlangga, ada pekerjaan rumah di Partai Golkar yang belum selesai.

Baca Juga

"Kalau jadi Ketum Golkar saya tentu ada PR belum selesai jadi kita lanjutkan," ujar Airlangga, usai menghadiri Halal Bihalal DPD Partai Golkar Jawa Barat, di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Saat ditanya tentang pekerjaan rumah apa saja yang belum selesai dikerjakan, Airlangga mengatakan, PR yang harus dikerjakan Partai Golkar hari ini ialah mendampingi Presiden Joko Widodo bersama wakilnya Ma'ruf Amin. "Yaitu PR mendampingi Bapak Presiden sampai 2024," ucapnya.

Sementara itu, kesiapan Airlangga untuk menjabat kembali Ketua Umum Golkar, memperoleh respon positif dari DPD Partai Golkar Jawa Barat. Di tempat yang sama, Partai Golkar Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, menyatakan mendukung penuh Menteri Perindustrian RI ini untuk kembali memimpin Partai Golkar menuju 2024.

Dedi mengatakan, Partai Golkar meraih kursi terbanyak kedua, yaitu 85 kursi DPR RI. Hal tersebut, merupakan prestasi yang harus mendapat apresiasi mengingat komplesitas problematika Partai Golkar yang bergitu kompleks serta pendeknya waktu yang dimiliki dalam mengkonsolidasikan Partai Golkar yang secara terus menerus didera masalah.

Pemilu 2019, kata Dedi, telah mampu Golkar lalui dengan berbagai problematika yang kompleks. Padahal, selama hampir tiga tahun berturut-turut, Partai Golkar didera konflik internal, mengalami kepeimpinan ganda dan melaksanakan musyawarah nasional sebanyak empat kali. "Serta berbagai problem lainnya yang menimpa elit tokoh Partai Golkar baik pusat maupun daerah yang berdampak pada menurunnya tingkat elektability Partai Golkar," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat beserta DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota, melihat bahwa Airlangga, merupakan sosok yang masih diperlukan untuk menuntaskan dan melanjutkan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.  "Agar kita mampu secara bersama-sama untuk meraih kemenangan pada pemilu 2024," katanya.

Perlu diketahui, isu percepatan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk penggantian ketua umum Airlangga Hartarto dan sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, santer diperbincangkan akhir-akhir ini di DPP Golkar, bahkan isu yang beredar menyatakan sudah ada 25 DPD I Golkar sudah berkonsolidasi menentukan langkah percepatan Munaslub.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA