Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Yogyakarta Kembali Dicemari Sampah Petasan Selama Lebaran

Ahad 16 Jun 2019 15:18 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Foto: Dokumen.
Sampah berserakan cukup banyak terdapat di Alun-Alun Utara.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Sampah petasan kembali menjadi masalah menjelang dan setelah Lebaran 2019 di Kota Yogyakarta. Akibatnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat harus melakukan pembersihan kembali.

Tahun ini, DLH mengerahkan 10 petugas untuk melakukan penyapuan sampah. Sebagian besar merupakan sampah kertas yang hancur dan berserakan akibat ledakan petasan.

Para petugas mengaku merasa kesulitan ketika melakukan penyapuan. Pasalnya, kertas-kertas petasan bentuknya halus dan ringan ditambah tingginya rerumputan.

Kepala Seksi Penanganan Sampah, Ahmad Haryoko mengatakan, sampah berserakan cukup banyak terdapat di Alun-Alun Utara. Sebagian besar merupakan sampah bekas bakaran petasan.

"Sampah seperti itu sangat sulit untuk petugas kebersihan kami melakukan pembersihan, apalagi rumputnya agak tinggi, sehingga cukup sulit untuk dibersihkan," kata Haryono.

Meski begitu, petugas-petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota akan tetap berusaha membersihkan sampah kertas bekas bakaran petasan tersebut.

Kepada masyarakat Kota Yogyakarta, Haryoko mengimbau agar tahun ke depan tidak usah melakukan pembakaran petasan kembali. Sebab, sangat mengotori lingkungan dan tentu polusi suara.

"Apalagi, (di Alun-Alun Utara) radiusnya sangat dekat Keraton Yogyakarta dan Masjid Besar Kauman, kami mengimbau masyarakat jangan bakar petasan lagi pada tahun depan," ujar dia.

Ia berpendapat, merayakan Lebaran sangat bisa dilaksanakan dengan cara-cara lain. Artinya, tidak melulu harus membakar petasan yang sangat mengganggu dengan sampah yang berserakan.

Terlebih, petasan itu sendiri sangat mengganggu karena membuat polusi udara. Setelah itu, menyulitkan pula petugas kebersihan untuk menyapunya. "Karena, sampahnya ringan dan masuk ke rumput-rumput yang cukup tinggi, ini agak sulit," katanya.

Selain itu, Haryoko turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang datang dari luar Kota Yogyakarta. Utamanya, untuk tetap menjaga agar Kota Yogyakarta tetap bersih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA