Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Taman Rawa

Kamis 13 Jun 2019 13:16 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Banjir Gedebage Bandung: Pengendara motor melintasi banjir yang menggenangi Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/3/2019).

Banjir Gedebage Bandung: Pengendara motor melintasi banjir yang menggenangi Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/3/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Taman Rawa ini dibangun untuk mengantisipasi banjir di kawasan Bandung Timur

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung tengah membangun wetland atau taman rawa di daerah aliran sungai (DAS) Ciloa yang terletak di Jalan Cilengkrang, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru. Taman Rawa ini dibangun untuk mengantisipasi banjir di kawasan Bandung Timur terutama Gedebage.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Didi Ruswandi mengatakan pihaknya memanfaatkan lahan di pinggir sungai untuk dibuat taman rawa. Taman ini nantinya akan berfungsi menjadi parkir air yang mengalir ddi Sungai Ciloa yang merupakan Sub DAS Sungai Cinambo.

"Karakter sungainya kalau musim kemarau airnya relatif sedikit tapi kalau musim hujan itu cukup besar. Jadi mau kita masukan dalam wetland yang kalau dalam Bahasa Indonesia rawa atau Bahasa Sunda ranca. Jadi taman rawa," kata Didi ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (13/6).

Didi menuturkan wetland ini dikonsepkan seperti kolam retensi. Nantinya ada kolam-kolam yang dibangun dan difungsikan menjadi tampungan air jika aliran sungai sedang deras. Sehingga air tidak langsung turun ke daerah bawah yang kerap menyebabkan banjir.

Namun, kata dia, wetland dibangun dengan konsep layaknya naturalisasi sungai. Sehingga tidak ada betonisasi yang dibangun yang justru menghambat aliran air.

"Kita konsepnya lebih ke naturalisasi. Jadi tidak perkerasan, diliarkan gitu lah. Nggak ada dinding beton. Ada pintu airnya tapi mungkin lebih ada seperti gorong-gorong yang masuk kecuali disungainya ada pintu air," tuturnya.

Ia menyebutkan kolam-kolam yang ada nantinya hanya dibangun dengan dasar batu-batu. Rencananya ada 12 kolam yang dibangun di lahan seluas 10 hektar tersebut. Sekeliling taman pun akan ditanami pepohonan sebagai penghijauan.

"Untuk arsitekturnya, nanti akan digarap setelah basic function selesai. Basic function yang selesai akhir Agustus ini menjadi  fungsi dasar Wetland Park Cisurupan bisa dipakai menampung Parkir Air Hujan Sungai Ciloa," ujarnya.

Pembangunan wetland ini dikatakannya sudah mulai berjalan. Pihaknya tengah membangun jalan untuk menjadi akses pembangunan. Kemudian akam dilanjutkan membuat kolam-kolam tampungan. Ditargetkan Agustus wetland sudah dapat difungsikan sehingga dapat mengantisipasi saat musim hujan mulai datang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA