Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Usai Diperiksa 9 Jam, Kivlan Zen Hindari Awak Media

Senin 17 Jun 2019 21:29 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andi Nur Aminah

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Foto: Antara/Reno Esnir
Pengacara Kivlan mengatakan Kivlan dicecar sekitar 23 pertanyaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen kembali bungkam usai diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka donatur dugaan rencana pembunuhan empat tokoh, Habil Marati. Kivlan keluar dari ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.47 WIB.

Baca Juga

Setelah diperiksa selama kurang lebih sembilan jam, Kivlan justru menghindari awak media yang telah menunggunya. Kivlan yang menggunakan kemeja batik lengan panjang dengan warna dominan krem, segera berlari memasuki mobil Toyota Grand Livina silver. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Pengacara Kivlan, Muhammad Yuntri mengatakan, selama pemeriksaan kliennya itu dicecar kurang lebih 23 pertanyaan. Pertanyaan itu, kata Yuntri mengonfirmasi mengenai aliran dana dari Habil Marati.

"Hanya konfirmasi tentang aliran dana, ada 23 (pertanyaan) kurang lebih," kata Yuntri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/6) malam.

Yuntri menyebut, Kivlan telah membantah semua tuduhan yang mengarah kepada kliennya itu. "Jadi sudah kita bantah semua, tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata tidak ada," tegas Yuntri.

Untuk diketahui, penyidik Polda Metro Jaya kembali meminta keterangan Mayjen (Purn) Kivlan Zein sebagai saksi, Senin (17/6). Kivlan diperiksa kedua kalinya sebagai saksi untuk tersangka Habil Marati dalam kasus upaya pembunuhan empat tokoh nasional.

Diketahui, sebelumnya Kivlan juga menjadi saksi untuk tersangka Habil Marati terkait dugaan aliran dana dalam upaya pembunuhan tokoh nasional. Pemeriksaan sebelumnya dilakukan pada Jumat (14/6) lalu selama tujuh jam.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA