Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

BUMN KBN Jalin Silaturahmi Lewat Halal Bihalal

Rabu 19 Jun 2019 01:18 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Dirut PT. KBN Persero, H.M Sattar Taba saat menyampaikan sambutan pada acara “Halal Bihalal dan Silaturahmi” yang dihadiri oleh para pimpinan, mitra kerja, calon investor serta karyawan PT. KBN (Persero) di Jakarta, Selasa (18/06).

Dirut PT. KBN Persero, H.M Sattar Taba saat menyampaikan sambutan pada acara “Halal Bihalal dan Silaturahmi” yang dihadiri oleh para pimpinan, mitra kerja, calon investor serta karyawan PT. KBN (Persero) di Jakarta, Selasa (18/06).

Foto: DOK. KBN
PT. KBN akan memperluas dan mengembangkan bisnis melalui pembukaan industri baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), mengadakan halal bihalal dan silahturahmi dengan segenap keluarga besar dan mitra kerja pada Selasa (18/6). Upaya mempererat silaturahmi ini dilakukan di Ballroom Gedung PT. KBN, Jakarta yang dihadiri oleh jajaran Direksi, Dewan Komisaris,  Investor, Tenant,  KSOP Marunda, Bea Cukai, Komisaris PT. Karya Citra Nusantara, dan Karyawan PT. KBN.

Direktur Utama PT. KBN M. Sattar Taba dalam sambutannya berharap acara halal bihalal dan silaturahmi tersebut bernilai ibadah di mata Allah SWT. Ia juga mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan positif PT.  KBN karena dalam  waktu dekat, PT.  KBN akan memperluas dan mengembangkan bisnis melalui pembukaan kawasan industri baru.

"Ada beberapa daerah di Indonesia yang sudah disurvei bersama calon investor dari luar negeri, yaitu Kuala Tanjung dan Tanjung Tiram, di Sumatra Utara, Kota Batang,  Rembang, serta Kebumen di Jawa Tengah, dan Kabupaten Bantaeng serta Takalar di Sulawesi Selatan," ujar Sattar. 

Sattar juga mengungkapkan, calon investor memilih Kabupaten Takalar karena Hak Pengelolaan Lahan (HPL) wilayah seluas 1.000 hektar milik Pemda setempat dan Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama KBN. "Nilai investasi tersebut senilai Rp 40 triliun dan akan dimulai dalam waktu dekat," ujarnya.

Sementara itu, Ngadino selaku Komisaris Utama mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir. "Perkembangan PT KBN merupakan hasil kerja sama menguntungkan antara PT KBN dengan mitra kerja. Sinergi ini akan jelas saling menguntungkan kedua belah pihak," ujar Ngadino.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA