Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Bupati Bandung Barat Minta Objek Wisata KBU Dikurangi

Rabu 19 Jun 2019 11:57 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Christiyaningsih

Aktivitas pengunjung di tempat wisata Taman Bunga Begonia, Jalan Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/6).

Aktivitas pengunjung di tempat wisata Taman Bunga Begonia, Jalan Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Objek wisata di Bandung utara yaitu Lembang dianggap sudah terlalu banyak

REPUBLIKA.CO.ID, NGAMPRAH -- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengungkapkan sepanjang 2019-2020 mendatang akan menata 10 destinasi objek wisata yang berada di wilayah selatan. Di antaranya seperti di Cipongkor, Cililin dan Sindangkerta serta Cipendeuy. Hal itu mengingat objek wisata di wilayah kawasan Bandung Utara (KBU) yaitu Lembang sudah banyak.

Baca Juga

"10 objek wisata tidak buka di Lembang. Lembang tinggal penataan saja, objek wisatanya sudah lengkap. Jangan dibikin banyak karena kawasan KBU," ujarnya kepada wartawan di sela-sela Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat ke 12 di Ngamprah, Rabu (19/6).

Ia mengungkap pihaknya akan mengoptimalkan penataan 10 objek wisata alam dan bumi perkemahan di Selatan Bandung Barat. Kerja sama sudah dilakukan dengan PTPN dan Perhutani agar bisa segera terealisasi.

"Di acara HUT Kabupaten Bandung Barat yang ke 12 ini berbeda dari sebelumnya. Kita angkat produk wisata yang ada," ungkapnya. Menurutnya, anggaran yang digunakan berasal dari dinas masing-masing dan akan dikelola objek wisata oleh BUMD.

Aa mengatakan selama ini pendapatan asli daerah (PAD) lebih fokus di wilayah Utara seperti Lembang, Parongpong dan Batujajar. Padahal potensi PAD di kecamatan lainnya yang berada di Selatan sangat besar.

Di hari jadi ke-12, ia pun melihat aparatur sipil negara (ASN) sudah bisa bergerak cepat untuk membangun Kabupaten Bandung Barat. Tidak hanya itu, diperlukan kedisiplinan dan loyalitas serta pemikiran yang kreatif untuk membangun kabupaten yang berdiri sejak 2007.

"Bagaimana mereka bisa menciptakan sebuah entrepreneur government. Bandung Barat lumpat dan Bandung Barat bersih," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA