Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Emil Siapkan Rp 500 M untuk Mendongkrak Pariwisata Jabar

Rabu 19 Jun 2019 19:07 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noor, saat meninjau kawasan wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (18/6).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noor, saat meninjau kawasan wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (18/6).

Foto: Foto: Ita Nina Winarsih/Republika
Wilayah Jatiluhur ini bisa jadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Asalkan?

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk menggenjot potensi pariwisata di wilayah ini. Ada 30 titik yang akan dikembangkan jadi kawasan wisata unggulan. Salah satunya, kawasan wisata Waduk Jatiluhur yang berada di Kabupaten Purwakarta.

Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat merupakan wilayah yang kaya akan potensi. Salah satunya, yaitu pariwisata. Potensi yang ada di wilayah ini cukup banyak. Seperti, Waduk Jatiluhur.

"Waduk Jatiluhur ini, jangan hanya dilihat dari satu dimensi. Yaitu, soal ketersediaan air untuk irigasinya saja. Karena, ada beberapa dimensi lagi yang bisa dioptimalkan," ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja ke Waduk Jatiluhur, Rabu (19/6).

Dimensi yang bisa dilihat dari Waduk Jatiluhur, yaitu, soal ketersediaan air irigasi, bahan baku air minum, perikanan, pariwisata dan budaya. Khusus mengenai dimensi pariwisata, Pemprov Jabar bisa bersinergi dengan PJT II Jatiluhur sebagai perusahaan BUMN. 

photo
Gubernur Jabar Ridwan Kamil, didampingi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Dirut PJT II Jatiluhur U Saefudin Noor dan Wakil Bupati Purwakarta, Aming, saat meninjau Waduk Jatiluhur, Rabu (18/6).

Akan tetapi, sebelum menata sektor wisata tersebut, lanjut Emil, perlu pendataan dan survei lapangan terlebih dahulu. Supaya, ada gambaran untuk perencanaan selanjutnya.

"Kepada pihak PJT II Jatiluhur, kami ingin ada paparan mengenai perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang terlebih dahulu. Potensi yang dimiliki di wilayah ini apa saja, ini harus dijelaskan," ujarnya.

Mengingat, wilayah Jatiluhur ini bisa jadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Asalkan, potensi yang ada bisa dikembangkan secara optimal. Saat ini, lanjut Emil, yang paling berpeluang untuk dikembangkan di kawasan ini yaitu hotel terapung dan kampung wisata air

"Labuan Bajo punya hotel terapung di pantainya, di kita juga bisa. Yaitu, di Waduk Jatiluhur," ujarnya.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur U Saefudin Noor mengatakan, banyak potensi yang bisa dikembangkan di kawasan Wisata Jatiluhur. Termasuk, konsep jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Berdasarkan, rancangan rencana kerja, ada beberapa kegiatan yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan dalam waktu dekat.

"Yaitu, akan digelar Festival Paddle Board, Jatiluhur Run 10K dan Jatiluhur Jazz Festival skala internasional," ujarnya.

Sektor lain yang bisa dilibatkan untuk wisata Jatiluhur, yaitu ada pelaku UMKM. Apalagi, lokasi yang sangat indah di Jatiluhur ini memang jadi potensi aset negara yang strategis untuk pariwisata.

Bahkan, jika pengembangan sektor wisata air tersebut terwujud, maka akan memberikan manfaat lain dampak dari keberadaan waduk terbesar di Asia Tenggara ini. Seperti, meningkatkan fungsi sosial. Sampai, fungsi konservasi atau penataan lingkungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA