Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Emil Nilai Waduk Jatiluhur Harus Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Kamis 20 Jun 2019 14:48 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah kapal cepat berlayar menuju Pulau Biru di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019).

Sejumlah kapal cepat berlayar menuju Pulau Biru di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Jatiluhur memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Waduk Jatiluhur memiliki sumber irigasi, air minum, sarana perikanan, pembangkit listrik, pariwisata, dan budaya dengan areal yang luas danaunya mencapai 8.300 hektare.

Menurut Ridwan Kamil, bendungan yang dibangun oleh kontraktor asal Prancis Compagnie française d'entreprise pada 1957 itu berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai lima kali lipat. "Waduk Jatiluhur ini, sudah selayaknya dijadikan Spesial Economic Zone (Sez) atau Kawasan Ekonomi Khusus," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Rabu (19/6).

Menurut Emil, Wadum Jatiluhur bisa meningkatkan ekonomi di wilayah Purwakarta ini. Apalagi, kalau ditambah dengan dibuatnya event pariwisata. Emil berharap waduk terbesar di Indonesia itu dapat menjadi unggulan Jawa Barat di sektor pariwisata.

Baca Juga

Menurut Emil, ia melakukan peninjauan kali ini untuk menganalisa dan menentukan master plan untuk pengembangan kawasan tersebut. "Tiap lokasi dianalisa, mungkin di suatu titik bisa dibuat restoran, di titik lain ada pasar wisata, hotel terapung dan lain-lain," katanya.

Untuk mengembangkan Jatiluhur, kata Emil, pihaknya terbuka untuk para investor, baik dalam maupun luar negeri. Sebab, investasi merupakan mesin pertumbuhan sekaligus sarana penyerap tenaga kerja.

"Di sini butuh kekompakan, korporasinya PJT II, wilayahnya Purwakarta, koordinasi dengan Pemdaprov (Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat), sampai (Pemerintah) pusat, semua harus koordinasi," katanya.

Sementara menurut Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Saifudin Nur mengatakan waduk Jatiluhur punya keindahan alam dan merupakan infrastruktur strategis apabila dikembangkan menjadi daerah wisata. Sehingga, pada Juli mendatang, pihaknya menggelar sejumlah event untuk menggeliatkan aktivitas wisata di kawasan Jatiluhur.

Salah satunya, kata dia, pada Juli mendatang akan diselenggarakan Festival Paddle Board, Jatiluhur Run 10K, sampai Jatiluhur Jazz Festival. Selain itu, Saifudin Nur pun menyatakan bahwa tak menutup sektor Iain yang bisa dilibatkan untuk wisata Jatiluhur termasuk para pelaku UMKM setempat.

"Jika pengembangan sektor wisata air tersebut terwujud, maka akan memberikan manfaat lain seperti meningkatkan fungsi sosial hingga fungsi konservasi atau penataan lingkungan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA