Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Jelang Putusan, Prabowo Ingatkan Pendukungnya tak ke MK

Ahad 23 Jun 2019 18:55 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Foto: Republika/Putra M Akbar
Andre menegaskan, Prabowo meminta seluruh pendukungnya menghormati hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengingatkan seluruh pendukung untuk menghormati proses hukum.

Andre menegaskan, BPN akan menerima apapun keputusan hakim nanti. Ia juga mengingatkan pendukung Prabowo-Sandi untuk tidak mendatangi Gedung MK saat putusan dibacakan.

"Tidak usah datang ke MK, serahkan sepenuhnya kepada konstitusi. Apapun keputusan MK kita harus terima. Ini arahan pak Prabowo dan Bang Sandi. hormati proses hukum. apapun keputusan MK kita sikapi dengan sejuk dan tenang," kata Andre, Ahad (23/6).

Andre sendiri yakin bahwa tudingan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam proses pemilu 2019 lalu bisa dibuktikan oleh tim hukum BPN.

Ia mengacu pada kesaksian yang disampaikan dalam persidangan yang mengungkap ada 'permufakatan' curang dalam acara Training of Trainer (ToT) di Kelapa Gading beberapa bulan sebelum pemilu.

"Bagaimana dibilang kecurangan itu hal yang biasa dalam pemilu. Lalu Hasto Kristianto (Sekjen PDIP) mengajak pendukungnya untuk menstigma 02 itu radikal, anti pancasila, khilafah. Dan itu terjadi narasi opini itu dibangun," kata Andre.

Politikus Gerindra ini berkeyakinan, narasi yang dibangun kubu 01 bahwa paslon 02 mendukung paham radikal, anti-Pancasila, dan mendukung khilafah telah menggerus suara Prabowo-Sandiaga.

Baca Juga

Hasilnya, katanya, suara paslon 02 berkurang di kantong-kantong suara non-Muslim di Bali, NTT, Papua, Sumatra Utara, dan Sulawesi Utara.

"Karena apa? Karena labeling yang dilakukan Hasto Kristiyanto. Lalu dibilang di Sumatra kepala daerah harus diberikan dukungan logistik dan akses aparat. Ini kan menunjukkan TSM itu. Permufakatan curang dibangun di TOT itu. Dan TOT itu dihadiri langsung oleh Jokowi gitu loh," kata Andre.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA