Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

JK: 50 Persen Lapas di Indonesia Diisi Napi Narkoba

Rabu 26 Jun 2019 12:07 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/6).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/6).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Peredaran narkoba yang meluas di Indonesia dinilai memprihatinkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan peredaran narkoba di Indonesia yang sudah begitu meluas. JK menilai, narkoba telah memiliki pasar yang luas dari kalangan remaja hingga dewasa.

Bahkan, menurut JK, saat ini narapidana narkoba mengisi 50 persen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. "Informasi yang berkembang tentu dari Menkumham bahwa hampir 50 persen daripada isi lapas di negeri kita ini diisi daripada pecandu ataupun juga pedagang-pedagang, pengedar narkoba, luar biasa tentu," kata JK saat memberi sambutan di acara Hari Anti Narkoba International (HANI) 2019 di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Bahkan, JK menuturkan, banyak juga narapidana narkoba yang tetap bisa mengedarkan narkoba dari dalam lapas. Karenanya, ia mengajak peran seluruh masyarakat dalam mengatasi persoalan narkoba yang masuk kategori kejahatan ekstraordinary crime atau luar biasa.

Menurutnya, pencegahan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemerintah, melainkan dari masyarakat, keluarga dan lingkungan sekitar. "Mereka dapat memperdagangkan barang yang haram ini. Karenanya, semua pihak harus terlibat seperti saya katakan tadi, keluarga, masyarakat, sekolah, tokoh agama dan masyarakat keseluruhannya dan juga lembaga-lembaga hukum kita," kata JK.

JK mengibaratkan penggunaan narkoba di Indonesia sudah seperti para pencandu rokok yang sudah menyebar dari kalangan remaja hingga dewasa. "Apabila remaja pecandu narkoba, maka dia akan mempunyai pasar jangka panjang. kenapa mereka memulai ini? pasar jangka panjang," kata JK.

Selain dihadiri JK, acara peringatan Hari Anti Narkoba International (HANI) 2019 di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, juga dihadiri istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNN Heru Winarno, dan beberapa anggota DPR.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA