Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

BPBD Purbalingga Mulai Dropping Air Bersih

Rabu 26 Jun 2019 17:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Christiyaningsih

BPBD melakukan distribusi air bersih bagi warga (ilustrasi).

BPBD melakukan distribusi air bersih bagi warga (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Seno
BPBD Purbalingga mulai melakukan dropping air bersih sejak 24 Juni 2019 lalu

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Berbeda dengan daerah lain di eks Karesidenan Banyumas, dampak kekeringan bagi warga Purbalingga lebih belakangan dirasakan. Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Purbalingga, Muhsoni, mengatakan pihaknya mulai melakukan dropping air bersih sejak 24 Juni 2019 lalu.

"Memang dampak kekeringan di Purbalingga baru mulai dirasakan warga baru-baru ini. Berbeda dengan kabupaten lain di eks Karesidenan Banyumas yang memang lebih dulu merasakan dampak kekeringan," jelasnya, Rabu (26/6).

Meski demikian dia menyebut dropping air yang dilakukan sejak 24 Juni lalu tergolong sudah cukup banyak. Hingga saat ini, BPBD sudah melakukan dropping air sebanyak sembilan tangki air berkapasitas 5.000 liter.

Bantuan air bersih tersebut disalurkan pada warga Desa Panunggalan sebanyak dua tangki, Desa Tamansari dua tangki, Desa Bandingan tiga tangki, dan Desa Karangcegak dua tangki. Dia memperkirakan, selama beberapa waktu ke depan jumlah desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih akan semakin bertambah.

"Prinsipnya, kami akan melayani seluruh permintaan bantuan air bersih," kata Muhsoni.

Untuk itu, bagi desa-desa yang warganya ada yang sudah mengalami kesulitan air bersih diminta segera mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD. Permintaan bisa diajukan melalui surat tertulis atas nama pemerintah desa maupun melalui telepon.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga Heni Rusianti berharap air bersih yang disalurkan BPBD bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. "Demi ketepatan pendistribusian air bersih pada warga terdampak kekeringan, kami mengimbau pemerintah desa bisa memberi gambaran secara tepat di mana lokasi dropping sebaiknya dilakukan dan jumlah warga yang membutuhkan," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA