Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Baru Bantul Dihentikan

Rabu 26 Jun 2019 20:50 WIB

Red: Christiyaningsih

Tim SAR gabungan memantau keberadaan korban kecelakaan laut dari pinggir Pantai Baru, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (21/6/2019). Proses pencarian korban kecelakaan laut Ferry Anto (35) mantan pemain Persis Solo dan putrinya Freya Fajrina (7) yang terseret ombak saat berlibur bersama keluarganya terkendala ombak besar dan angin kencang.

Tim SAR gabungan memantau keberadaan korban kecelakaan laut dari pinggir Pantai Baru, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (21/6/2019). Proses pencarian korban kecelakaan laut Ferry Anto (35) mantan pemain Persis Solo dan putrinya Freya Fajrina (7) yang terseret ombak saat berlibur bersama keluarganya terkendala ombak besar dan angin kencang.

Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Pencarian Ferryanto, korban kecelakaan laut di Pantai Baru, ditutup Rabu (26/6)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Operasi pencarian terhadap Ferryanto, korban kecelakaan laut karena terseret gelombang di Pantai Baru Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ditutup. Tim Pencarian dan Pertolongan gabungan menutup operasi pencarian itu pada hari ketujuh atau Rabu (26/6).

Humas Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Yogyakarta Pipit Eriyanto mengatakan pada pukul 16.00 WIB Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk keluarga korban di Posko SAR Satlinmas wilayah Pantai Baru.

"Keluarga korban yang ada di Posko SAR sudah ikhlas jika korban Ferryanto tidak ditemukan. Atas persetujuan dan kesepakatan dengan semua pihak terutama pihak keluarga korban maka pada pukul 16.30 WIB operasi ditutup," katanya.

Menurut dia, penutupan operasi pencarian terhadap korban hilang karena kecelakaan laut sudah sesuai prosedur. Pencarian telah dilakukan pencarian selama tujuh hari sejak dikabarkan tenggelam pada Kamis (20/6) namun belum ditemukan.

Dia menjelaska, Operasi SAR oleh Tim SAR gabungan pada hari ketujuh dilakukan dengan menyisir. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian musibah atau di Pantai Baru Bantul ke barat sampai ke muara Trisik yang masuk wilayah Kabupaten Kulon Progo.

"Operasi hari ini keluarga korban ikut dalam pencarian menggunakan Amphibius dan beach patrol milik Basarnas Yogyakarta. Kendala Tim SAR gabungan adalah ombak dan angin cukup kencang sehingga pencarian tidak bisa dilakukan di laut," jelas Pipit.

Pipit menjelaskan unsur yang terlibat dalam Tim SAR gabungan tersebut terdiri dari Basarnas Yogyakarta, Pos AL Samas, Ditpolair Polda DIY, SAR Satlinmas Rescue Istimewa wilayah 4, BPBD Bantul, PMI Bantul, SAR semesta dan potensi SAR lainnya. "Dengan ditutupnya operasi SAR dalam pencarian satu orang terseret ombak di Pantai Baru maka unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," katanya.

Ferryanto (35) bersama putrinya Fajrina Dwi Saputri (7) asal Sukoharjo Jawa Tengah dilaporkan mengalami kecelakaan laut pada Kamis (20/6) siang. Putrinya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal pada Sabtu (22/6) pagi di wilayah Pantai Trisik.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA