Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Mengolah Serabut Kelapa Jadi Uang

Kamis 27 Jun 2019 14:12 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto

Pekerja mengumpulkan serabut kelapa setelah dijemur (Ilustrasi)

Pekerja mengumpulkan serabut kelapa setelah dijemur (Ilustrasi)

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Usaha ini dilakukan para pemuda maupun ibu rumah tangga untuk menambah pendapatan.

REPUBLIKA.CO.ID, Usaha pengolahan serabut kelapa coconet menjadi salah satu binaan Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) dalam melakukan program pengembangan masyarakat di sekitar tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Head of Corporate Communications Amman Mineral Anita Avianty mengatakan, program ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung masyarakat dalam aktivitas reklamasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal. "Coconet ini sangat kami butuhkan untuk mencegah erosi di lahan bekas tambang Batu Hijau," ujar Anita, Rabu (26/6).

Pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar seperti inilah yang saat ini terus dikembangkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan demi mewujudkan terciptanya masyarakat mandiri di sekitar tambang Batu Hijau.

Namun, sebelum mengembangkan usaha ini,para pelaku usaha pengolahan coconet di Desa Maluk menerima pelatihan teknis dari Amman Mineral. "Usaha ini dilakukan para pemuda maupun ibu rumah tangga dari desa setempat sehingga sangat membantu untuk menambah pendapatan keluarga," kata Anita.

Setiap hari rata-rata masyarakat bisa menghasilkan 40 rol coconet yang kemudian dijual kepada Amman Mineral seharga Rp 267,900 per roll. Jumlah rata-rata pembelian coconet per tahun sekira 6.630 roll. Apabila harga Rp 267 ribu per roll, maka jumlah pembelian pertahun rata-rata Rp 1,7 miliar. Selain untuk memenuhi kebutuhan Amman Mineral, coconet juga dipesan oleh perusahaan tambang lainnya yang beroperasi di wilayah Dompu, NTB.

Anita menjelaskan, coconet merupakan serabut kelapa yang dipintal dan berfungsi untuk mencegah tanah reklamasi dari longsor dan erosi. Proses pembuatannya dengan mengaitkan seutas sabut kelapa pada mesin pemintal, kemudian urat-urat sabut kelapa atau yang disebut coco fiber disambungkan hingga panjangnya mencapai 15 meter. 

Untuk menyambungkannya, para pekerja berjalan mundur sambil memilin serabut kelapa hingga diperoleh ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, coconet dianyam selebar 30 meter sebelum digulung.

Anita mengatakan, sejak 2014, Amman Mineral telah menggunakan serabut kelapa coconet yang diproduksi oleh beberapa unit usaha lokal hasil binaan perusahaan di Desa Maluk, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, untuk keperluan area reklamasi tambang Batu Hijau.

Sepanjang tahun ini, perusahaan telah melakukan pembelian coconet sebanyak 5408 rol (1 rol = 30 m2) untuk memenuhi rencana reklamasi tahun 2019. Hingga kuartal I tahun 2019 total luas lahan bekas tambang yang telah direklamasi di tambang Batu Hijau mencapai 701,89 hektare dari total 2.739,45 hektare yang dibuka untuk area penambangan dan fasilitas pendukung lainnya.

"Beberapa program pengembangan usaha masyarakat yang telah diinisiasi Amman Mineral sejak 2017 dan akan terus berlanjut, antara lain budidaya rumput laut, pengolahan gula aren, budidaya lebah madu, peternakan ayam petelur dan pedaging, serta budidaya ikan lele," ucap Anita.

Anita menyebutkan, secara keseluruhan, seluruh kegiatan tanggung jawab sosial yang dilaksanakan perusahaan telah memberikan manfaat kepada 17 desa di 3 kecamatan lingkar tambang khususnya dan 5 kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA