Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Ridwan Kamil: Orang Malas Baca Mudah Terpapar Hoaks

Kamis 27 Jun 2019 16:23 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka bazzar buku terbesar Big Bad Wolf di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/6)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka bazzar buku terbesar Big Bad Wolf di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/6)

Foto: Dok Big Bad Wolf
Bangsa Indonesia saat ini masih relatif malas membaca, menulis, dan cenderung rumpi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADALARANG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, minat baca di Jawa Barat masih rendah karena lebih banyak budaya ngobrol daripada menulis dan membaca. Padahal, ia mengatakan, orang yang malas membaca akan lebih muda terpapar kabar bohong atau hoaks

Baca Juga

Ia pun menyayangkan dan turut prihatin dengan orang yang kurang membaca kemudian mudah dibohongi. "Orang malas baca mudah terpapar hoaks," katanya setelah membuka dan meninjau stan-stan pameran buku Big Bad Wolf di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/6).

Pria yang akrab disapa Emil ini berpendapat, budaya malas membaca sebenarnya bukan hanya terjadi di Jabar. Ia menambahkan, bangsa Indonesia saat ini masih relatif malas membaca dan menulis dan cenderung bangsa rumpi atau sering mengobrol.

"Membaca pertahun 26 lembar, itu pun buku tabungan," ujarnya tersenyum yang ditimpali tertawa dari para pengunjung yang menyaksikan.

Untuk itu, ia mendukung penuh kegiatan pameran buku yang diklaim sebagai terbesar tersebut. Emil juga berkomitmen agar kegiatan pameran buku dapat dilaksanakan beberapa kali di Jabar.

Tidak hanya di perkotaan, pameran juga akan dilaksanakan di perdesaan. "Kami akan bikin acara ini, tidak hanya sekali setahun tapi tidak sebesar ini kecil-kecil dan memberikan dampak," kata dia.

Dalam pameran yang dipadati pengunjung terdapat diskon gila-gilaan untuk buku internasional dari mulai 60 hingga persen. "Saya merasa ini luar biasa, antrean panjang. Minat baca tinggi, tentu kegiatan ini harus dilestarikan. Akses terhadap buku mahal lebih murah," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan, puluhan pengunjung berbagai kalangan menghadiri pameran tersebut untuk membeli buku-buku yang ada. Berbagai jenis buku dari berbagai ilmu ada di dalam gedung Mason Pine.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA