Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Embun Upas Datangkan Keuntungan Bagi Penyedia Jasa Travel

Kamis 27 Jun 2019 17:03 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolanda

Jumlah pengunjung Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS) meningkat seiring adanya fenomena embun upas.

Jumlah pengunjung Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS) meningkat seiring adanya fenomena embun upas.

Foto: dok. Balai Besar TNBTS
Penyedia jasa travel melayani lebih banyak wisatawan sejak kehadiran embun upas.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Fenomena embun es atau upas berhasil mendatangkan keuntungan bagi para penyedia jasa travel Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS). Salah satunya dialami penyedia jasa travel mauwisata.com dan sukawisata.com, Dendy Prayoga.

Baca Juga

Menurut Dendy, peningkatan jumlah kunjungan mulai terjadi sejak 16 Juni lalu. Tidak hanya dari wisatawan lokal, peningkatan kunjungan juga dari wisatawan mancanegara.

"Bahkan di antaranya juga (ada yang) melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen, Pulau Merah," kata Dendy.

Untuk wisatawan mancanegara, Dendy menilai, mereka memang sengaja datang ke Indonesia pada pertengahan tahun. Hal ini karena dianggap saat yang tepat mengambil liburan. Ditambah lagi, terdapat fenomena embun upas. 

Secara umum, Dendy biasanya hanya menerima sekitar dua rombongan dalam sepekan. "Untuk kali ini banyak banget, aku juga bingung kenapa semua berbarengan. Apalagi sejak tanggal 20-an kemarin sampai sekarang ada lima rombongan berbeda dari lokal dan mancanegara," tambah Dendy.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah wisatawan kali ini sepertinya lebih banyak. Dendy menilai, hal ini kemungkinan karena informasi fenomena serupa di 2018. 

"Jadi tahun ini banyak yang datang diinfokan dari temannya kalau Malang di pertengahan tahun dingin. Enak buat liburan setelah libur lebaran yang sebelumnya sangat macet sekarang sudah agak lengang," tegasnya.

Sejak kemunculan pertama pada 16 Juni, Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS) melaporkan telah terjadi lima kali fenomena serupa di TNBTS. Fenomena ini terlihat di Ranupani, Penanjakan dan Cemoro Lawang. Terakhir, timnya menemukan embun upas di tiga lokasi tersebut pada 24 Juni lalu.

Menurut Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB TNBTS, Sarif Hidayat, embun upas biasanya berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB hingga 06.00 WIB. Lebih tepatnya, sampai sinar matahari muncul mengakibatkan frost// mencair. Suhu TNBTS sendiri terdeksi sekitara nol sampai 7 derajat celcius di malam hari.

"Suhu siang antara delapan sampai 12 derajat celcius," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA