Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Soal Koalisi, Ketum PAN Serahkan ke Prabowo

Kamis 27 Jun 2019 17:41 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan pers usai menghadiri pertemuan tokoh koalisi Indonesia Adil Makmur di kediaman calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (27/6).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan pers usai menghadiri pertemuan tokoh koalisi Indonesia Adil Makmur di kediaman calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (27/6).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Ketum PAN meminta agar presiden terpilih mau merangkul semua pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan enggan bicara banyak terkait masa depan Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM). Ia menyerahkan sepenuhnya kewenangan itu kepada calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Baca Juga

"Soal koalisi, Pak Prabowo yang akan bicara," kata Zulkifli saat ditemui, Kamis (27/6).

Saat ditanya terkait posisi PAN usai putusan MK, ia mengaku masih harus berkoordinasi dengan internal partainya. Namun, ia menegaskan akan menghormati apa pun putusan MK. 

"Apa pun putusan MK, kami akan dukung, kami patuhi karena itu adalah kontitusi dan itu lah perjuangan terakhir dari seluruh rangkaian perjuangan kami," kata ungkap Zulkifli. 

Ketua MPR ini juga meminta agar presiden terpilih nantinya mau merangkul semua pihak. Ia menambahkan, langkah-langkah merajut kembali persatuan kebersamaan diperlukan untuk kemenangan Indonesia.

"Menurut Partai Amanat Nasional, yang menang itu bukan Pak Jokowi bukan Pak Prabowo, tapi kita akan menang apabila luka-luka itu bisa kita sembuhkan kembali," ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA