Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Warga Payakumbuh Manfaatkan Sampah

Kamis 27 Jun 2019 18:53 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Pupuk kompos

Pupuk kompos

Warga mengolah sampah organik menjadi kompos dan hasilnya bisa diual.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Warga Kota Payakumbuh sudah mulai menggalakan aktivitas pengolahan sampah menjadi barang produktif. Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Yunimar mengatakan salah satu contoh masyarakat yang sudah memulai pengolahan sampah adalah Kelompok Kerja Pasar Berkat Kelurahan Kapalo Koto.

Mereka mengolah sampah organik menjadi kompos dan hasilnya bisa dijual. Untuk sampah anorganik, diolah menjadi berbagai macam pernak pernik yang juga punya nilai jual.

"Hasil pengolahan sampah bisa dijadikan untuk pembayaran PBB dan iuran BPJS. Bahkan ada inovasi baru dilahirkan, tak sekedar membuang sampah pada tempatnya, namun mereka dapat mengolahnya," kata Yunimar, melalui keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (27/6).

Dinas Lingkungan Hidup Payakumbuh awal pekan ini juga melakukan sosialisasi dan advokasi Perda nomor 4 Tahun 2014 tentang persampahan. Di sana DLH menjelaskan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah. Yunimar berharap semakin banyak masyarakat yang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dan juga untuk mengolahnya menjadi barang produktif.

Yunimar menyebut pengolahan sampah ini tidak bisa berjalan mulus bila hanya mengandalkan inisiatif pemerintah. Masyarakat kata dia harus turut berparsitisipasi aktif dalam kesadaran akan sampah.

Ia berharap bila pemerintah dan warga saling bersinergi, sampah di kawasan kota tidak akan lagi jadi masalah. Sehingga akan tercipta Payakumbuh yang bersih dan nyaman.

"Sampah bukanlah suatu masalah, tetapi sampah dapat menjadi berkah," ujar Yunimar.

Sekretaris Camat Payakumbuh Utara, Desfitawarni berharap dengan tersosialisasikannya perda tentang pengelolaan sampah ini, masyarakat semakin berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Sebab dengan tertib sampah, apalagi dapat menjadikan sebagai karya produktif dampak positifnya juga akan kembali dirasakan masyarakat itu sendiri.

 "Kita berharap di masing-masing kelurahan melalui binaan lurah nanti muncul ide dan kreativitas baru dalam pengelolaan sampah, sehingga volume sampah yang terbuang sia-sia menjadi berkurang, malahan sampah bisa menjadi uang," ucap Desfitawarni.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA