Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Mahfud Berharap Kabinet Jokowi tak Diisi Mantan Koruptor

Sabtu 29 Jun 2019 17:01 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bayu Hermawan

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, usai menghadiri Simposium  Nasional Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia  (UII), Sabtu (29/6).

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, usai menghadiri Simposium Nasional Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (29/6).

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Mahfud harap orang-orang yang mengisi kabinet Jokowi-Maruf tak punya jejak korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD meminta Joko Widodo dan Ma'ruf Amin segera mempersiapkan kabinet. Mahfud berharap, orang-orang yang akan dipilih nanti tidak memiliki jejak korupsi.

Mahfud sendiri mengaku akan mengikuti saran yang sudah lebih dulu disampaikan Buya Syafii Maarif. Yaitu, agar Joko Widodo dan Maruf Amin membentuk zaken kabinet.

Zaken kabinet sendiri artinya diisi ahli-ahli dan profesional-profesional dalam bidang masing-masing. Tapi, Mahfud menekankan, yang terpenting orang-orang itu tidak memiliki jejak korup.

"Saya ikut sarannya Pak Syafii saja, beliau sudah menyampaikan saran, zaken kabinet, kabinetnya ahli, kabinetnya profesional, tidak punya jejak korup," kata Mahfud di Yogyakarta, Sabtu (29/6).

Tapi, ia menilai, zaken kabinet itu bukan berarti tidak boleh berasa dari partai-partai. Mahfud merasa, zaken kabinet boleh saja dari partai tapi yang memang merupakan ahli-ahli atau profesional-profesional.

"Dari partai boleh, dari partai banyak yang ahli, banyak yang profesional," ujar Mahfud usai mengisi Simposium Nasional Hukum Tata Negara yang digelar FH Universitas Islam Indonesia (UII).

Disinggung soal kemungkinan namanya masuk kabinet Joko Widodo dan Maruf Amin, Mahfud tidak banyak berbicara. Ia mengaku, hingga hari ini belum menerima tawaran-tawaran dari manapun. "Tidak ada, tidak ada permintaan," kata Mahfud, singkat, sebelum meninggalkan lokasi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA