Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Destinasi Wisata DIY Diminta Lebih Kreatif

Ahad 30 Jun 2019 19:01 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Waspada Ombak Besar Pantai Selatan. Wisatawan berfoto dengan deburan ombak di Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu (12/6/2019).

Waspada Ombak Besar Pantai Selatan. Wisatawan berfoto dengan deburan ombak di Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu (12/6/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Mahalnya tiket pesawat juga jadi penyebab turunnya jumlah kunjungan wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Singgih Raharja, meminta destinasi wisata lebih kreatif menghadirkan atraksi. Terlebih, pada libur Lebaran 2019 masih ada destinasi alami penurunan kunjungan.

Walau selama periode itu ada destinasi yang mengalami peningkatan kunjungan, destinasi yang alami penurunan harus mendapat perhatian. Ia menilai, penurunan terkait tren wisatawan yang datang ke DIY.

Bahkan, secara umum, ia merasa kalaupun ada kenaikan tidak terjadi begitu banyak. Singgih berpendapat, salah satu faktor penyebabnya tidak lain mahalnya tiket pesawat terbang pada Lebaran tahun ini.

Sisi perubahan tren dalam destinasi-destinasi wisata menjadi bagian yang dirasa harus diambil strategi. Utamanya, demi membidik pangsa pasar wisatawan yang dari segi domestik memang masih cukup bagus.

"Mungkin dari sisi penyediaan atraksi di destinasi, kalau kita hanya menyuguhkan spot foto selfie saja tanpa menambah atraksi yang lain sekali datang sudah cukup," kata Singgih, Kamis (27/6) lalu.

Seharusnya, Singgih menilai, destinasi-destinasi wisata sudah dapat mempersiapkan langkah-langkah membuat wisatawan ingin kembali. Ia menegaskan, ke depannya itu yang dirasa harus dipersiapkan.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), pariwisata DIY disebut mampu meraih hampir Rp 7 miiar selama libur Lebaran. Itupun, baru dari tiga kabupaten dan satu kota, atau belum satu kabupaten lagi.

"Ada yang 1-9 Juni, ada yang 4-9 Juni, karena jumlah hari setelah Lebaran berbeda, lebih banyak tahun lalu yang mencapai enam hari, sekarang empat hari, ini pengaruh," ujar Singgih.

Terkait jumlah wisatawan, Singgih mengaku ada kenaikan sekitar lima persen. Namun, ia meyakini, jika ditambahkan satu kabupaten PAD pariwisata DIY selama Lebaran 2019 melebihi Rp 7 miliar.

Menurut Singgih, PAD tertinggi masih berasal dari Kota Yogyakarta. Tapi, itupun swasta dan negeri, sehingga tidak semua masuk PAD Kota Yogyakarta. Gembira Loka sendiri, misal, mencapai Rp 2,5 miliar.

Kemudian, Kabupaten Gunungkidul, disebut menyumbang sekitar Rp 1,7 miliar. Lalu, Kabupaten Bantul, tahun ini menyumbang lebih dari Rp 2 miliar dan Parangtritis masih jadi destinasi nomor satu DIY.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA