Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Kulon Progo Kembangkan Wisata Bukit Menoreh Berbasis Budaya

Senin 01 Jul 2019 16:02 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Bukit Menoreh.

Bukit Menoreh.

Foto: wikipedia
Wisata yang hanya mengandalkan panorama alam dianggap kurang kompetitif.

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan pariwisata di kawasan Bukit Menoreh berbasis budaya dan alam. Hal ini supaya tidak lekang oleh perubahan zaman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Agus Langgeng Basuki mengatakan pariwisata yang hanya mengandalkan panorama keindahan alam, kurang kompetitif. Artinya, pada saat tertentu akan terkena imbas oleh waktu dan bersaing dengan daerah lain yang mengembangkan hal yang sama.

"Pariwisata yang berkelanjutan dan ke depan bisa menjadi andalan kita, yakni pariwisata yang berbasis budaya," kata Langgeng.

Menurut dia, pariwisata yang berbasis budaya ini akan menarik karena tidak lekang oleh waktu. Orang dan generasi yang mendatang akan tertarik, begitu juga wisatawan mancanegara.

"Kalau wisata murni mengandalkan panorama alam, semua orang bisa menciptakan, supaya wisata Kulon Progo tidak hanya kompetitif, maka harus berbasis budaya supaya memiliki nilai lebih," katanya.

Langgeng mencontohkan pengembangan wisata berbasis budaya, yakni objek wisata Gua Kiskendo. Wisata ini memadukan potensi budaya lokal dengan memunculkan tarian Sugriwo Subali. Demikian juga daerah lain.

"Budaya ini sangat luas, tidak hanya seni tari, tapi juga bisa lagu," katanya.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Yudono mengatakan saat ini, Kulon Progo sedang mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Namun, tidak menutup kemungkinan mengembanngkan wisata kuliner.

"Kami sedang promosikan wisata kuliner supaya menjadi tujuan wisata baru di Kulon Progo," kata Yudono.

Ia mengatakan salah satu wisata kuliner yang mulai dirintis, yakni wisata kuliner coklat dan pegagan di Kalibawang dan wisata kopi di Samigaluh. Dispar sudah mempromosikan wisata kuliner tersebut ke berbagai intansi dan agen wisata.

Menurut dia, wisata kuliner ini belum banyak dilirik oleh masyarakat dan investor. Hal ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi Dispar untuk menggiatkan promosi potensi wisata kuliner di Kulon Progo.

"Promosi sudah kami gencarkan, namun memang belum ada tanggapan," katanya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA