Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wiranto: Pembangunan Huntap Sigi Perlu Libatkan Warga

Senin 01 Jul 2019 15:14 WIB

Red: Esthi Maharani

Menkopolhukam Wiranto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan) saat mengunjungi pengungsi korban bencana di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019).

Menkopolhukam Wiranto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan) saat mengunjungi pengungsi korban bencana di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019).

Foto: Antara/Basri Marzuki
Huntap di Sigi harus libatkan pengusaha lokal dan masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia Wiranto mengatakan pembangunan hunian tetap untuk korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala harus melibatkan pengusaha lokal dan masyarakat, sebagai wujud pemberdayaan pascabencana.

"Kita berharap pengusaha lokal dan masyarakat dilibatkan dalam pembangunan huntap," kata Wiranto ketika melakukan kunjungan kerja di Sulteng, Senin (1/7) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Kepala BNPB Doni Monardo, dan beberapa dirjen dari Kementerian PUPR, Kementerian Sosial.

Wiranto mengatakan pelaksanaan pembangunan huntap harus ada kerja sama dari berbagai, pihak pemerintah, masyarakat maupun kontraktor rencana pembangunan berjalan sesuai target dan harapan.

"Saya dan kita semua tidak ingin pekerjaan pembangunan huntap ini mangkrak atau terhenti," kata Wiranto.

Dalam perencanaan Kementerian PUPR tahap pertama dibangun 500 unit oleh PUPR, dan tahap ke dua 1.000 unit oleh Yayasan Budha Tzu Chi. Selanjutnya untuk huntap korban likuifaksi di Pombewe, PUPR menyediakan air bersih yang diambil dari Sungai Pombewe/Paneki berjarak sekitar 5,8 kilometer dari lokasi huntap. Air yang di sediakan oleh Kementerian PUPR dengan debit 40 liter per detik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA