Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

ACT Siap Pasok Air Bersih ke Daerah Terdampak Kekeringan

Selasa 02 Jul 2019 00:14 WIB

Rep: Riza Wahyu/ Red: Andi Nur Aminah

Warga Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang mengambil air bersih bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jateng dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), akhir prkan kemarin.

Warga Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang mengambil air bersih bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jateng dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), akhir prkan kemarin.

Foto: dok. ACT Jateng
Warga menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuxi dan keluarkan biaya membeli air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Organisasi sosial nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan siap memasok air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan di Pulau Jawa. Menurut siaran persnya, Senin (1/7), tim ACT telah mengidentifikasi daerah-daerah yang mengalami kekeringan selama pekan kedua Juni 2019, termasuk sembilan kecamatan di Tasikmalaya.

Baca Juga

Kekeringan juga membuat sumur warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Semarang mengering. Sehingga warga menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci serta mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum.

Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Sri Suroto mengatakan lembaga berusaha merespons cepat krisis air bersih akibat kemarau di Semarang. "ACT sebagai salah satu lembaga kemanusiaan akan merespons cepat dengan suplai air bersih melalui water tank (tank air). Tim program segera gerak cepat memastikan asesmen dan menyampaikan ke publik untuk menggerakkan kepedulian," ujarnya menjelaskan.

Dia menagtakan, air adalah kebutuhan pokok. Dengan cepat semua elemen bahu membahu menolong saudara yang terdampak kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau bermula April 2019. Namun musim kemarau datang lebih awal di daerah-daerah sepertiNusa Tenggara Timur dan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat bagian tengah dan selatan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA