Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Aktivitas Guguran Merapi Kerap Tinggi pada Pembuka Bulan

Selasa 02 Jul 2019 06:38 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Indira Rezkisari

Pemantauan Gunung Merapi. Petugas BPPTKG Gunung Merapi memantau aktivitas Gunung Merapi, Yogyakarta, Senin (1/7/2019).

Pemantauan Gunung Merapi. Petugas BPPTKG Gunung Merapi memantau aktivitas Gunung Merapi, Yogyakarta, Senin (1/7/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Sudah setahun terakhir Gunung Merapi disematkan status waspada.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Gunung Merapi masih berstatus waspada. Uniknya, jika melihat catatan beberapa bulan terakhir, aktivitas guguran Gunung Merapi selalu tinggi pada pembuka bulan.

Pada pembuka Juli 2019 saja, setidaknya satu guguran awan panas meluncur dengan amplitudo 75 milimeter. Durasi guguran 110 detik dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Kemudian, masih pada pembuka Juli, Gunung Merapi turut memuntahkan tidak kurang 15 guguran lava pijar. Jarak luncur terdekat sekitar 500 meter dan jarak luncur terjauh mencapai 1.000 meter.

Belum jika ditambah aktivitas kegempaan. Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman melaporkan, selama Senin ada 43 gempa guguran, dua gempa fase banyak dan satu gempa hembusan.

Pada penghujung hari, asap kawah dilaporkan tidak teramati walaupun sepanjang hari terus terlihat. Selain itu, secara meteorologi cuaca dilaporkan cerah serta angin bertiup lemah ke timur laut dan timur.

"Suhu udara 11,8-17,8 derajat celcius, kelembaban udara 54-87 persen dan tekanan udara 628,9-709,7 milimeter merkuri," kata Lasiman, Senin (1/7) malam.

Aktivitas guguran tinggi terjadi pula pada pembuka Juni. Pasalnya, ada satu guguran awan panas dengan jarak luncur 1.200 meter dan 9 guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol.

Pada pembuka Mei, ada empat guguran lava pijar dengan jarak luncur terjauh 1.000 meter. Sedangkan, pada pembuka April, terdapat tiga guguran lava pijar dengan jarak luncur terjauh 900 meter.

Terlepas dari itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status waspada kepada Gunung Merapi. Status sudah bertahan satu tahun lebih sejak 21 Mei 2018.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA