Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

KPK Perpanjang Penahanan Hakim Kayat

Senin 01 Jul 2019 22:26 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andi Nur Aminah

Tersangka kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Balikpapan tahun 2018, Kayat berjalan meninggalkan gedung KPK (ilustrasi)

Tersangka kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Balikpapan tahun 2018, Kayat berjalan meninggalkan gedung KPK (ilustrasi)

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Kayat bersama Sudirman dan pengacara Jhonson Siburian ditetapkan sebagai tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan penahanan dua tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan. Mereka yang diperpanjang yakni Hakim PN Balikpapan Kayat, Sudirman selaku pihak swasta.

Baca Juga

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 1 Juli 2019 sampai 1 Agustus 2019 untuk dua tersangka KYT dan SDM," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Senin (1/7).

Kayat bersama Sudirman dan pengacara Jhonson Siburian ditetapkan sebagai tersangka kasus penanganan perkara pidana di PN Balikpapan Tahun 2018. Kayat selaku penerima, sedangkan Sudirman dan Jhonson pemberi suap. Dalam kasus ini, Sudirman melalui Jhonson selaku terdakwa dalam kasus pemalsuan surat, diduga telah menyuap Kayat senilai Rp 500 juta. Suap diberikan agar Kayat memberi vonis bebas terhadap Sudirman.

Kayat selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sudirman dan Jhonson sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA