Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Polisi Purwakarta Kirim Air Bersih Bagi Warga Kekeringan

Rabu 03 Jul 2019 04:10 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih / Red: Friska Yolanda

KapolresPurwakarta AKBP Matrius, pimpin pendistribusian air bersih bagi warga di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, yang terdampak kekeringan, Selasa (2/7).

KapolresPurwakarta AKBP Matrius, pimpin pendistribusian air bersih bagi warga di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, yang terdampak kekeringan, Selasa (2/7).

Foto: Humas Polres Purwakarta
Air bersih dikirimkan ke dua kampung yang terdampak kekeringan paling parah.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Musim kemarau sudah mulai berdampak pada mengeringnya sumur warga di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya, terjadi di dua kampung yang ada di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru. Sejak dua bulan terakhir, warga di dua kampung itu kesulitan air bersih.

Baca Juga

Menanggapi persoalan kekeringan ini, jajaran Polres Purwakarta mengirimkan tiga unit tangki yang berisi air bersih. Pengiriman air bersih ini, langsung dipimpin Kapolres Purwakarta AKBP Matrius. 

"Kami, sudah terima laporan dari masyarakat jika dua kampung di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru ini, sudah dilanda krisis air bersih akibat kemarau," ujar Matrius, kepada Republika.co.id, Selasa (2/7). 

Dua kampung ini, yakni Cicariu dan Cimerta. Bertepatan dengan momentum hari Bhayangkara yang ke-73, lanjut Matrius, pihaknya mendistribusikan 35 ribu liter air bersih bagi warga di dua kampung ini.

Alasan dipilihnya wilayah tersebut karena dari 183 desa yang ada di Kabupaten Purwakarta, Desa Batutumpang saat ini paling parah mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur milik warga saat ini sudah tak ada airnya. Ini sebagai akibat dari belum adanya hujan sejak dua bulan terakhir.

Menurut Matrius, selain menggunakan tanki dari PDAM, distribusi air bersih ini juga melibatkan kendaraan taktis water cannon. Kendaraan itu, biasanya untuk membubarkan aksi pengunjuk rasa, kali ini justru diserbu ibu-ibu yang membawa jeriken dan ember.

"Water cannon yang kami gunakan ini biasanya untuk menghadapi masa yang demo atau rusuh, tapi karena di Purwakarta ini aman maka kendaraan taktis ini digunakan untuk mengirimkan air bersih," ujar Matrius.

Pihaknya ingin bakti sosial pendistribusian air bersih ini diikuti oleh pihak lainnya. Terutama, dari pemkab maupun perusahaan swasta. Mengingat, air bersih ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Ella Nurlaela (31 tahun) warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari Polres Purwakarta ini. Ini merupakan bantuan yang pertama diterima oleh warga.

"Sebelumnya, kita kesulitan mendapatkan air bersih. Tetapi, hari ini ada bantuan air, makanya langsung diserbu," ujarnya dengan membawa empat jerigen ukuran besar ini. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA