Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Kemarau Ancam Pembibitan Program Citarum Harum

Kamis 04 Jul 2019 14:56 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Karta Raharja Ucu

Personel Satgas Citarum di sektor pembibitan harus mengangkut air menggunakan jeriken yang digendong dalam ransel.

Personel Satgas Citarum di sektor pembibitan harus mengangkut air menggunakan jeriken yang digendong dalam ransel.

Foto: dok. pendam Siliwangi
Sumber air terdekat dari pembibitan benih pohon berjarak lima kilometer

REPUBLIKA.CO.ID, Bandung -- Musim kemarau mengancam pembibitan jutaan benih pohon untuk program Citarum Harum di kawasan Situ Cisanti, Kampung Pejaten, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sumber air terdekat dari areal pembibitan mencapai lima kilometer.

Penyiraman bibit pohon untuk penghijauan hulu Sungai Citarum memang harus dilakukan setiap hari agar tak mati kekeringan. Karena itu, Personel Kodam III Siliwangi bersama masyarakat pun rela mengangkut air menggunakan jeriken yang dimasukan ke dalam ransel.

Menurut Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono, setiap hari puluhan personel Satgas Citarum di sektor pembibitan harus berjalan kaki mengangkut air. Air dimasukan ke dalam jeriken kemudian digendong dengan menggunakan ransel. Air tersebut kemudian dituangkan ke dalam alat seperti infus agar membasahi bibit tanaman.

"Dengan cara ini bibit pohon yang kita tanam tetap hidup. Hanya saja butuh perjuangan keras dari anggota bersama masyarakat setempat saat mengangkut air," ujar dia kepada para wartawan saat acara coffe morning di Makodam.

photo
Personel Satgas Citarum di sektor pembibitan harus mengangkut air menggunakan jeriken yang digendong dalam ransel.

Pangdam berharap dengan cara ini bibit aneka pohon yang akan ditanam di hulu Sungai Citarum bisa tetap hidup di musim kemarau. Pembibitan pohon tersebut sudah dilakukan sejak awal program Citarum Harum dimulai.

"Tugas anggota Satgas Citarum di sektor pembibitan ini sangat berat di musim kemarau. Air untuk menyiram sulit diperoleh dan sumber mata ir cukup jauh. Semoga upaya personel di sektor pembibitan ini berhasil melewati musim kemarau," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA