Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

BNPB Sudah Petakan Daerah Kekeringan

Kamis 04 Jul 2019 18:32 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019).

Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
BNPB sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang biasanya mengalami kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim kemarau membuat sejumlah daerah di Indonesia mengalami kekeringan. Terkait hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan saat ini pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang biasanya mengalami kekeringan.

Menurut Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Dody Ruswandi, untuk mengatasi kekeringan lebih banyak dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, BNPB siap memberikan bantuan apabila memang dibutuhkan oleh daerah.

Dody mengatakan, BNPB akan segera melakukan rapat mengenai kekeringan setelah pada Kamis (4/7) dilakukan rapat terkait kebakaran hutan dan lahan. "Ini lebih banyak dikoordinir di BPBD. Bila mereka membutuhkan BNPB, kita berikan dana siap pakai," kata Dody di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (4/7).

Dody menambahkan, setelah dilakukan pemetaan, beberapa daerah sudah melakukan terobosan agar kekeringan tidak terjadi lagi. Ia mencontohkan yang terjadi di Jawa Timur. BPBD setempat sudah melakukan pemetaan sebanyak 900 daerah pada tahun 2013 namun saat ini jumlah tersebut berkurang.

"Mereka lakukan terus pembuatan embung, sumur bor, sekarang tinggal 108 dari 900 itu. Ini kita bisa belajar. Sehingga mereka tidak minta lagi dana siap pakai ke BNPB," kata Dody.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA