Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Kenalkan Koperasi ke Milenial Lewat Game Online

Jumat 05 Jul 2019 15:19 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Koperasi dan UKM

Koperasi dan UKM

Foto: Antara/Prasetyo Utomo
Dinas KUMKM mencoba mengenalkan koperasi ke kalangan muda lewat aplikasi game online.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) ingin memasifkan edukasi terkait koperasi kepada masyarakat luas terutama generasi milenial. Mengikuti era perkembangan teknologi digital, Dinas KUMKM mencoba mengenalkan koperasi ke kalangan muda lewat aplikasi game online.

Kepala Seksi Organisasi Tata Laksana, Perlindungan dan Penyuluhan Koperasi Dinas KUMKM Kota Bandung, Erna Abdilah mengatakan game online bernama Go Coop ini sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Sasarannya adalah mengedukasi milenial lewat cara menarik.

"Ini kan sudah era 4.0, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak muda, pelajar apa itu koperasi lewat game online. Jangan sampai koperasi ini ditinggalkan yang muda-muda," kata Erna, Jumat (5/7).

Erna menuturkan lewat permainan bernama Go Coop tersebut, Dinas KUMKM berusaha mengedukasi para pelajar SD dan SMP tentang koperasi. Mereka bisa belajar dan diberikan pemahaman soal koperasi sejak dini lewat telepon selulernya.

“Jadi cita-cita kami semua masyarakat Kota Bandung bisa menjadi anggota koperasi. Tahun ini kita membuat aplikasi gim untuk mengenalkan koperasi kepada anak-anak dan ini sudah bisa diunduh di playstore namanya go coop,” tuturnya.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pemahaman tentang koperasi dengan cara menarik bisa melalui Go Coop ini. Aplikasi ini dapat diunduh melalui ponsel sistem Android.

Menurutnya saat ini koperasi maaih identik dengan investasi atau bisnis yang digeluti oleh orang-orangtua. Koperasi dianggap metode bisnis yang sudah ketinggalan zaman. Padahal koperasi merupakan bisnis keuangan yang sangat menguntungkan bagi siapapun.

Saat ini, kata dia, masyarakat juga lebih banyak memgakses layanan keuangan di perbankan. Padahal koperasi juga memiliki layanan layaknya perbankan konvensional yang bisa didapatkan anggotanya.

"Di koperasi kita juga bukan hanya sebagai anggota tapi juga pemilik dari koperasi itu. Manfaatnya lebih besar dibanding berbisnis dengan lembaga lain. Kita bisa simpan pinjam seperti bank, ditambah akhir tahun kita dapat untung juga sebagai anggota koperasi," tuturnya.

Ia menyebutkan saat ini baru 30 persen masyarakat Kota Bandung yang tergabung dalam koperasi. Dengan jumlah koperasi yang ada sekitar 2.500an koperasi dari skala kecil hingga besar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA