Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Ribuan Wisatawan Padati Museum Tsunami Aceh Tiap Hari

Ahad 07 Jul 2019 13:51 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Wisatawan dan pelajar mengunjungi museum tsunami Aceh di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (21/11). Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek Indonesia Ridwan Kamil

Wisatawan dan pelajar mengunjungi museum tsunami Aceh di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (21/11). Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek Indonesia Ridwan Kamil

Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ribuan wisatawan memadati Museum Tsunami selama liburan.

REPUBLIKA.CO.ID, 

Baca Juga

 

BANDA ACEH— Petugas Museum Tsunami Zulbaily menyebutkan, setiap hari itu ada ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara mengunjungi Museum Tsunami di Kota Banda Aceh.

"Sekarang lebih seribuan tiket sudah terjual dan pengunjung masih terus berdatangan," kata Zulbaily sembari melayani pengunjung yang memesan tiket masuk ke Museum Tsunami di lokasi, Ahad (7/7) .

Harga tiket masuk ke Museum Tsunami per orang untuk wisatawan asing Rp 10 ribu wisatawan lokal (dewasa) Rp3.000 dan anak-anak Rp2.000, ujarnya.

"Dulu tidak ada pemungutan masuk ke Museum Tsunami dan sekarang ada kewajiban membeli tiket bagi pengunjung yang masuk ke gedung museum," kata dia.

Sepekan terakhir atau selama libur sekolah jumlah kunjungan wisatawan per hari ini mencapai 5.000-an dan data kunjungan itu sesuai dengan penjualan tiket masuk. 

Selain wisatawan domestik, kata dia, saban hari wisata asing juga mengunjungi Museum yang didesain Wali Kota Bandung, Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Setiap hari ini lebih 10 wisatawan asing berkunjung ke Museum Tsunami dan itu tercatat dibuka tamu kunjungan," katanya.

Museum Tsunami berlantai empat itu, diresmikan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009.

Setiap pengunjung yang masuk ke Museum Tsunami menyusuri lorong gelap, sempit dan terdengar jelas lantutan "Alquran". Kemudian ruang pamer menyuguhkan gambar bencana tsunami pada 26 Desember 2004.

Pengunjung dihadapkan dengan ruang yang menjulang tinggi sekitar 30 meter di atasnya tertulis dengan bahasa arab "ALLAH" dan dinding ruang itu tertulis nama ribuan korban tsunami.

Selain itu, Museum Tsunami juga memiliki ruang pamer tetap, dan ruang pamer karya lukis para seniman, ruang audio visual. Setiap tamu yang memasuki ruang visual itu disuguhi video tragedi tsunami.

Seorang pengunjung dari Aceh Timur Karmila mengaku sedih dan terharu melihat gambar-gambar musibah tsunami yang dipajang di dalam gedung itu. "Saya baru pertama kali membawa anak-anak jalan-jalan ke Museum Tsunami. Bangunan ini penuh makna dan saya takjub melihat," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA