Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Bara Hasibuan Klaim Mayoritas DPW PAN Ingin Gabung Jokowi

Selasa 09 Jul 2019 15:20 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Bara Hasibuan

Bara Hasibuan

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Setidaknya 30 DPW yang telah dipanggil dan menyatakan setuju bergabung dengan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengklaim, sebagian besar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) memilih untuk merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Menurut dia, kecenderungan itu diketahui dari rapat pimpinan. 

Baca Juga

Bara mengatakan, aspirasi PAN untuk lebih condong bergabung ke koalisi Jokowi juga muncul pada pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan berdasarkan informasi Wakil Ketua Umum Viva Yoga Mauladi. "Mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya kalau PAN nanti mengambil langkah untuk begabung dengan pemerintahan Pak Jokowi. Jadi trennya itu ke arah situ," kata Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (9/7).

Bara mengatakan, setidaknya sudah 30 DPW yang telah dipanggil dan menyatakan kesetujuannya untuk bergabung dengan Jokowi. PAN nantinya masih akan melakukan konsolidasi untuk membulatkan keputusan institusi.

Hal ini bertujuan agar saat PAN benar-benar bergabung dengan koalisi Jokowi, para pemilih PAN tidak akan kecewa. "Jadi mereka yang tau betul aspirasi atau kemauan dari para pemelih PAN para konstituen PAN. Atau at least ya tidak menunjukan objeksi ya pertentangan ide dalam pemerintahan Jokowi," ujar dia. 

PAN menerima masukan dari berbagai pihak di dalam partai seperti  dewan kehormatan, hingga majelis pertimbangan partai. Setelah itu, DPP bersama DPW akan mengambil keputusan yang disepakati. 

Kendati demikian, kecenderungan PAN untuk merapat ke koalisi Jokowi mendapat resistensi dari politikus senior PAN dan tokoh sentral PAN Amien Rais. Terkait hal ini, Bara mengatakan, PAN tidak bisa lagi berpegang sepenuhnya pada satu sosok semata. 

"Kita kuncinya itu secara institusi harus kuat dan harus meninggalkan ketergantungan berlebihan kepada satu orang, itu adalah kunci kalau kita ingin lebih besar," kata Bara menambahkan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA