Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

'Bebaskan Kampus dari Sampah Plastik'

Selasa 09 Jul 2019 18:22 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik pada kegiatan Unisa Festival 2019.

Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik pada kegiatan Unisa Festival 2019.

Foto: Dokumen.
Unisa melarang penggunaan sampah-sampah plastik dari minuman kemasan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Unisa Festival 2019 tidak cuma diisi acara-acara menggembirakan. Ada Deklarasi Bebas Sampah Plastik yang menjadi wujud nyata  komitmen besar Unisa menuju Green Campus.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti menekankan, sampah plastik sudah bermetamorfosa menjadi ancaman. Tapi, ia merasa, sering sekali kita semua melupakan ancaman yang dibawanya sampah-sampah plastik.

Terlebih, Unisa memiliki komitmen mewujudkan diri sebagai kampus hijau. Karenanya, Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik dilakukan tepat di tengah-tengah Unisa Festival 2019.

Tujuannya, memasifkan energi agar komitmen itu dapat diterapkan seluruh civitas akademika Unisa. Ia menegaskan, itu semua akan jadi bekal penting jadikan Unisa kampus yang unggul dan mencerahkan.

Unisa menyadari sampah plastik sudah jadi ancaman bagi kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Olah karena itu, Unisa selalu aktif mengurangi sampah plastik dalam berbagai aktivitas.

Tidak cuma aktif, ia menekankan, Unisa selalu melakukan usaha-usaha demi meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik. Itu semua dilakukan agar Green Campus benar-benar terwujud.

"Unisa siap menjadi penggerak perilaku hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga sampai masyarakat. Maka itu, hari ini kita jalankan Gerakan Unisa Bebas Sampah Plastik dengan diet plastik," ujar Warsiti.

Sebenarnya, Unisa sudah melakukan Gerakan Bebas Sampah sejak April 2019. Tidak cuma menjadi sekadar seremonial, komitmen itu diwujudkan melalui Surat Edaran.

Unisa juga sudah mengubah kebiasaan menggunakan minuman kemasan platik setiap kali ada kegiatan-kegiatan. Mereka mengganti kebiasaan itu dengan menghadirkan dispenser-dispenser.

Termasuk, lanjut Warsiti, ketika pelaksanaan kegiatan wisuda yang biasanya meninggalkan banyak sampah plastik. Tidak berhenti, Unisa mengurangi jatah gelas plastik untuk tamu yang biasanya dua jadi satu.

Bahkan, Unisa melarang penggunaan sampah-sampah plastik dari minuman kemasan di kotak-kotak makanan ringan. Itu semua jadi bukti keseriusan Unisa mewujudkan konsep Green Campus.

"Sehingga, kita coba memulai dari civitas Unisa untuk meminimalkan penggunaan atau produksi sampah plastik," kata Warsiti.

Untuk itu, ia menegaskan, Unisa Festival 2019 memang tidak cuma berisi kegiatan-kegiatan menggembirakan. Sebab, ada nilai-nilai hidup sehat yang ditanamkan dengan berbagai metode.

Warsiti berharap, semua usaha yang dilakukan Unisa walau perlahan tapi membuahkan hasil yang pasti. Sehingga, mimpi menjadikan Unisa sebagai kampus unggul dan berkemajuan dapat benar-benar diraih.

"Harapannya, memberikan semangat motivasi kepada civitas agar menjadikan usaha mewujudkan mimpi-mimpi untuk unggul sebagai suatu budaya yang tentu diimbangi kerja," ujar rektor.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA