Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Kemendagri Beri Santunan ke Ahli Waris Karyawan Pensiunan

Selasa 09 Jul 2019 19:19 WIB

Red: EH Ismail

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar memberikan santunan kepada ahli waris pensiunan Kemendagri Sarjan di Kab Tangerang

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar memberikan santunan kepada ahli waris pensiunan Kemendagri Sarjan di Kab Tangerang

Foto: Puspen Kemendagri
Sarjan menjadi teladan bagi puspen kemendagri saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, Tangerang — Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar mewakili Mendagri Tjahjo Kumolo dan Ketua Korpri yang juga Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo, memberikan santunan kematian. Penerimanya adalah ahli waris staf Pusat Penerangan Kemendagri, Alm sarjan.

Bahtiar mengenang almarhum sebagai sosok yang rajin dan tekun dalam melaksanakan tugas. "Jauh sebelum saya ditugaskan menjadi Kapuspen saya sudah kenal beliau sebagai orang yang rajin dalam melaksanakan tugasnya, setiap pagi ia juga sering keliling komponen lain untuk membagikan Klipping Berita Aktual (Pemberitaan Harian Kemendagri)," kata Bahtiar di Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (9/07).

Santunan sebesar Rp.15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah) tersebut merupakan iuran anggota Korpri yang diberikan langsung di kediamannya di Kampung Cikapling, Pondok Jaya,  Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten melalui Istri Almarhum, Ibu Maimunah.

Almarhum Sarjan meninggal dunia pada usia 57 tahun karena sakit, ia merupakan staf Humas, Pusat Penerangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri yang telah mengabdi sebagai pegawai negeri sipil di Kemendagri lebih dari 20 (dua puluh) tahun. Semoga almarhum khusnul khotimah.

Pihaknya berharap Sarjan menjadi teladan bagi puspen kemendagri saat ini. Kesungguhannya dalam bekerja bermanfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan informasi dengan cepat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA