Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Mahathir Benarkan Usulan Pengambilalihan Malaysia Airlines

Selasa 09 Jul 2019 15:11 WIB

Red: Ani Nursalikah

Malaysia Airlines

Malaysia Airlines

Foto: AP
Pemerintah Malaysia masih meneliti semua usulan yang diajukan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad membenarkan pemerintah telah menerima empat usulan pengambilalihan perusahaan penerbangan Malaysia Airlines Sdn Bhd (MAS). Mahathir mengemukakan hal itu saat ditemui wartawan setelah penutupan Persidangan Pendidikan Teknikal dan Latihan Vokasional (TVET) di Putrajaya, Selasa (9/7).

Mahathir mengatakan sejauh ini belum ada keputusan yang diambil karena pemerintah perlu meneliti semua usulan yang diajukan. Dia mengatakan semua usulan berasal dari perusahaan setempat dan pihaknya belum mengambil keputusan.

"Banyak orang yang membuat penawaran, ada yang mau beli, ada yang mau menguruskan, pemerintah sedang mengkaji usulan-usulan ini. Kami perlu meneliti sebaik-baiknya karena pindah perusahaan berkali-kali. Jadi kita perlu pilih yang ada pengalaman," katanya.

Salah satu pendiri Maskapai Air Asia Bhd Datuk Pahamin Ab Rajab baru-baru ini telah bertemu Mahathir Mohamad. Pahamin dikabarkan berhasrat menyelamatkan Malaysia Airlines dengan usulan pengambilalihan telah dikemukakan kepada Mahathir.

Usaha Pahamin bersama-sama sejumlah pengusaha lebih kepada semangat mencintai negara di mana pihaknya juga berkomitmen tidak akan ada PHK bila pengambilalihan tersebut berhasil. Menteri Perekonomian Malaysia Datuk Seri Mohamed Azmin Ali mengatakan MAS bertanggung jawab meneliti pilihan-pilihan usulan pengambilalihan tersebut. Azmin mengatakan keputusan yang diambil kelak akan memperhatikan pandangan-pandangan Tun Mahathir dalam pertemuan BUMN Khazanah belum lama ini.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA