Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kemenpar Dorong NTT Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

Rabu 10 Jul 2019 12:10 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda

Suasana Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, NTT. Kampung adat di Sumba Barat merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata budaya yang saat ini terus dikembangkan pemerintah daerah setempat guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Suasana Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, NTT. Kampung adat di Sumba Barat merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata budaya yang saat ini terus dikembangkan pemerintah daerah setempat guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Foto: Antara
Pariwisata berkelanjutan berkontribusi positif bagi perekonomian lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pariwisata berkelanjutan saat ini menjadi isu penting untuk menjaga kelestarian dari keunikan, kekayaan alam, dan budaya setempat yang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian lokal. 

Staf Ahli Menteri Bidang Kemaritiman Kemenpar, Frans Teguh, mengatakan bahwa pariwisata berkelanjutan saat ini bukan lagi sekadar tren. Namunm telah bertransformasi menjadi kebutuhan dalam pemasaran dan pengembangan suatu destinasi wisata. 

"Kami berharap agar sense of places yang dirasakan oleh wisatawan saat berkunjung ke NTT tidak memarginalkan masyarakat lokal karena tourism is about everybody business," kata Frans dalam keterangan resmin diterima Republika.co.id, Rabu (10/7). 

Menurut Frans, pariwisata berkelanjutan harus dioptimalkan dari instrumen regulasi yang benar-benar memihak kepada lingkungan. NTT sebagai salah satu wilayah wisata mesti didorong untuk memulai implementasi pariwisata berkelanjutan. 

"Pada dasarnya NTT memiliki DNA yang tepat bagi pariwisata. Hal itu tersusun atas keotentikan keragaman alam dan budaya," katanya.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat menambahkan, peran Kepala Daerah dan kepala dinas pariwisata di Kabupaten Kota Provinsi NTT menjadi ujung tombak untuk penerapan tersebut. "Pariwisata merupakan lokomotif bagi pembangunan Provinsi NTT," ujarnya. 
 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA