Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Kepulauan Seribu Kampanye Penggunaan Botol Minum

Rabu 10 Jul 2019 20:44 WIB

Red: Ratna Puspita

Petugas membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Kamis (29/11).

Petugas membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Kamis (29/11).

Foto: Dok. Sudin LH Kep. Seribu
Pemerintah Kepulauan Seribu mengampanyekan pengurangan sampah plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kepulauan Seribu di DKI Jakarta mengampanyekan penggunaan botol minum tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Kampanye ini lantaran sampah plastik mengotori destinasi wisata di wilayah ini.

"Kampanye ini memang belum masif masih sebatas internal di lingkungan pemerintahan," kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (10/7).

Baca Juga

Imbauan berupa spanduk dan stiker untuk mengajak wisatawan menjaga lingkungan ada di setiap sudut pulau, khususnya dermaga. "Sampah yang parah itu bukan dari wisatawan, tetapi kiriman dari darat. Untuk kampanye saat ini baru sebatas spanduk-spanduk di dermaga," ujarnya lagi.

Penggunaan tumbler, kata dia, diharapkan dapat menggerakkan kesadaran orang-orang untuk mengurangi penggunaan botol air minum kemasan sekali pakai. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perbaikan lingkungan dan meningkatkan daya tarik wisata.

"Konsentrasi bupati untuk masalah kebersihan di pulau, termasuk sampah ini yang paling utama. Kami berupaya menambah bak pembuangan sampah pada banyak tempat, menambah pertugas kebersihan hingga kampanye tumbler," ujarnya pula.

Pemerintah pusat sebelumnya telah menetapkan Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau 'Bali Baru', sehingga menjadikan wilayah ini memiliki daya tarik lebih bagi para wisatawan. Permasalahan sampah plastik yang mengotori perairan Kepulauan Seribu telah membawa masalah serius bagi industri pariwisata setempat. Belum lagi soal limbah mikroplastik dari sampah-sampah itu juga membawa dampak buruk bagi ekosistem laut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA