Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Polda Papua Barat Aktifkan Intelijen Cegah Gerak Teroris

Rabu 10 Jul 2019 21:10 WIB

Red: Nashih Nashrullah

 Tim Densus 88 Anti Teror.   (ilustrasi)

Tim Densus 88 Anti Teror. (ilustrasi)

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Peran intelijen dioptimalkan mencegah pergerakan teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI—  Kepolisian Daerah Papua Barat mengoptimalkan peran intelijen untuk mencegah pergerakan kelompok teroris di daerah tersebut.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Harry Rudolf Nahak di Manokwari, Rabu (10/7), menjelaskan, Polri sudah membentuk Satuan Tugas Penanganan Terorisme dan Radikalisme di daerah ini.

Baca Juga

"Keduanya saya optimalkan, intelijen dan satgas terus melakukan monitoring agar kelompok teroris tidak berkembang di Provinsi Papua Barat," kata Kapolda usai acara syukuran HUT ke-73 Bhayangkara di Lapangan Borarsi Manokwari.

Nahak menjelaskan, penangangan terorisme dan radikalisme menjadi prioritas Polri. Ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Polri. Polda Papua Barat siap melaksanakan perintah Kepala Negara kepada Kapolri tersebut.

Dia menginstruksikan seluruh Polres meningkatkan peran personelnya di wilayah hukum masing-masing. Pencegahan dan deteksi dini harus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut.

Kapolda tak membantah adanya kemungkinan pembentukan sel-sel jaringan terorisme dan radikalisme di Papua Barat. Polda akan bekerja maksimal di daerah ini.

"Provinsi Papua Barat ini luas dan cukup terbuka terhadap kemungkinan masuknya kelompok teroris. Pastinya kami harus siap dan bekerja maksimal untuk mengantisipasinya," ujarnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri agar bisa memperoleh informasi secara cepat. Dengan demikian, upaya pencegahan bisa dilakukan sebelum mereka berkembang.

Harry Nahak mengajak masyarakat membantu Polri dalam pencegahan perkembangan kelompok tersebut. Sekecil apapun informasi yang diterima Polrda terkait teroris akan ditindaklanjuti.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA