Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

IJTI: Sutopo Contoh Pejabat Publik Teladan

Kamis 11 Jul 2019 12:17 WIB

Red: Christiyaningsih

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Almarhum, Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Almarhum, Sutopo Purwo Nugroho

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Selama bertugas Sutopo bisa memberi perspektif dan tak menyembunyikan informasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyatakan mendiang Sutopo Purwo Nugroho merupakan contoh pejabat publik teladan. Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi mengatakan selama menjalankan tugas, Sutopo bisa memberikan perspektif dan tidak ada informasi apapun yang disembunyikan.

"Beliau contoh pejabat publik yang teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk jurnalis yang menjadi kepanjangan tangan masyarakat," katanya usai memberikan penghargaan Pengabdian Tanpa Batas kepada Sutopo di Boyolali, Kamis (11/7).

Imam mengatakan semasa menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Pusdatinmas) BNPB, Sutopo bisa dihubungi kapanpun. "Sehingga kami dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis merasa sangat terbantu," katanya.

Selain itu, sebagai individu Sutopo mampu menularkan semangat kepada orang lain untuk tetap memberikan kemampuan maksimal di tengah keterbatasan. "Beliau sakit kalau orang lain mungkin sudah putus asa. Tetapi Mas Topo menjadikan penyakit sebagai tantangan yang harus dihadapi dan tetap mengerjakan tugas secara optimal. Semangat ini harus dijaga sehingga kami memberikan penghargaan 'Pengabdian Tanpa Batas'," jelas Imam.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan semangat Sutopo tidak boleh padam. "Bagaimana melihat sosok Pak Topo yang bekerja tanpa pamrih, tidak mengenal waktu. Penghargaan ini 'Pengabdian Tanpa Batas' saya pikir suatu kalimat yang sangat tepat," katanya.

Doni mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak sosok Sutopo. Bukan hanya untuk urusan kebencanaan tetapi juga urusan di bidang lain. "Apa yang disampaikan Pak Topo juga penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan. Yang mungkin tidak banyak pihak memahami terkait info yang menimbulkan kerugian baik itu personel maupun materiil," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA