Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Pantai Tengkolak akan Didorong Jadi Area Ekowisata

Kamis 11 Jul 2019 17:37 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Kawasan hutan mangrove, yang ada di Kampung Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.

Kawasan hutan mangrove, yang ada di Kampung Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.

Foto: Ita Nina Winarsih/Republika
Pantai ini cocok dijadikan lokasi ekowisata.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kawasan hutan mangrove yang ada di Kampung Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, akan diproyeksikan menjadi objek ekowisata. Pasalnya, di lokasi itu penuh pesona yang layak dieksplorasi oleh wisatawan. Selain punya hutan mangrove, di kawasan itu ada terumbu karang yang tak kalah dari kawasan wisata laut lainnya.

Bupati Karawang Cellica Nurachadiana, mengatakan, lokasi ini cocok dijadikan ekowisata. Hamparan hutan mangrove yang hijau ini, terbentang seluas 52 hektare. Tak hanya itu, di pantai ini juga wisatawan bisa melakukan snorkeling dan diving. Bahkan, kabarnya terumbu karang di Pantai Tengkolak ini, tak kalah indahnya dengan terumbu karang di perairan Sulawesi sana.

Baca Juga

"Di lokasi ini juga, ada barang muatan kapal tenggelam. Ada empat kapal yang karam di perairan ini, dan sekarang bangkainya sudah jadi terumbu karang. Kapal itu, peninggalan dinasti kerajaan Cina dan Belanda," ujar Cellica, kepada Republika.co.id, Kamis (11/7).

Untuk itu, kawasan ini akan didorong menjadi area ekowisata. Salah satu penunjang yang perlu dilengkapi, yaitu soal jalan daratnya. Saat ini, jalan yang ada masih belum ideal buat akses masuk ke kawasan wisata.

"Makanya tahun depan, akan kita hitung berapa kebutuhan untuk membangun jalan ini. Mengingat, masih banyak jalan yang perlu mendapat perbaikan serta diprioritaskan," ujar Cellica.

Sementara itu, Kepala Desa Sukakerta, Bukhori, mengatakan, saat ini hutan mangrove yang ada di wilayahnya menjadi objek wisata. Dalam setahun, rata-rata jumlah pengunjung mencapai 20 ribu. Mayoritas, mereka mengunjungi hutan mangrove, snorkeling dan diving.

"Hutan mangrove ini, ditanam sejak 30 tahun yang lalu. Karenanya, pesisir pantai ini, kini sudah hijau. Bahkan, banyak warga yang swafoto di lokasi tersebut," ujar Bukhori. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA