Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Polisi Purwakarta Gerebek Pabrik Rumahan Miras Oplosan

Jumat 12 Jul 2019 17:15 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Nidia Zuraya

Miras oplosan (ilustrasi).

Miras oplosan (ilustrasi).

Foto: danish56.blogspot.com
Dari rumah tersebut, petugas mengamakan 117 botol miras dan 37 botol miras oplosan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Jajaran Satuan Narkoba Polres Purwakarta, menggerebek rumah sekaligus pabrik miras oplosan. Pabrik miras oplosan skala mini tersebut, berada di Kampung/Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta.

Dari rumah tersebut, petugas mengamakan 117 botol miras dan 37 botol miras oplosan. Kasat Narkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo, mengatakan, rumah yang juga pabrik skala kecil itu, dikontrak sama Jmr.

Baca Juga

Dari kontrakan tersebut, anggota berhasil menyita 117 botol miras ilegal berbagai merk. Ratusan miras itu, terdiri dari 37 botol miras oplosan, 36 botol arak kecil, 13 botol anggur merah, 14 botol bir anker, dan 17 botol arak besar.

"Pelaku Jmr ini, mengaku telah mengoplos miras dan menjual ya selama sebulan terakhir," ujar Heri, kepada Republika, Jumat (12/7).

Menurut Heri, pelaku Jmr ini menjual minuman keras pabrikan, juga  menjual miras oplosan hasil racikannya. Miras oplosannya itu, dikemas dalam botol mineral. Kemudian, Jmr menjual ke konsumennya.

Setiap harinya Jmr mampu memroduksi 40 sampai dengan 60 botol miras oplosan. Dengan harga Rp 20 ribu per botolnya. Adapun, wilayah penjualannya mencakup Kecamatan Purwakarta dan sekitarnya.

"Yang menarik, terungkapnya keberadaan pabrik miras rumahan itu berkat adanya peran serta Ketua RT setempat, yang melaporkan adanya rumah petak atau kontrakan yang mencurigakan," ujar Heri.

Ketua RT Kliwon ini, kerap melihat adanya aktivitas orang yang keluar masuk kontrakan tersebut di tengah malam setiap hari. Kemudian, Ketua RT tersebut melaporkan kepada piket siaga Satuan Narkoba.

Dengan adanya laporan dari Ketua RT ini, lanjut Heri, jajarannya sangat mengapresiasi. Karena, tanpa adanya peran serta masyarakat, kasus perdagangan miras oplosan ini tidak akan terungkap dengan cepat.

"Terima kasih kepada warga Purwakarta, yang sudah peduli terhadap aksi penyalahgunaan miras dan narkoba," ujar Heri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA