Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Planetarium Jakarta Harap Ada Anggaran Perbaikan Alat

Jumat 12 Jul 2019 23:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah siswa Sekolah Dasar Peninggalan 04 Ciledug Tangerang (SD) mengamati alat peraga tata surya saat berkunjung ke Planetarium Jakarta, Kamis (8/11).

Sejumlah siswa Sekolah Dasar Peninggalan 04 Ciledug Tangerang (SD) mengamati alat peraga tata surya saat berkunjung ke Planetarium Jakarta, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Pengelola Planetarium Jakarta harap revitalisasi termasuk perbaikan-perawatan alat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta mengaku belum mengetahui perihal detail rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, yang peresmiannya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (3/7) lalu. Mereka berharap ada anggaran untuk perbaikan alat.

"Apakah hanya akan dipoles di bagian luarnya atau secara menyeluruh, kami belum tahu. Mudah-mudahan akan ada anggaran untuk perbaikan dan perawatan alat-alat," ujar Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, Jumat (12/7).

Eko mengatakan saat ini pihaknya memiliki kendala terkait perangkat simulasi benda-benda langit sejak perusahaan teknologi Carl Zeiss Jerman memutuskan tidak lagi menjual dan melakukan perawatan suku cadang terhadap Planetarium dan Observatorium Jakarta.

"Sejak tahun lalu sudah stop penjualan dan service. Jadi kami berusaha memperbaiki sendiri setiap alat yang rusak. Kalau ada anggaran untuk perangkat-perangkat yang rusak dalam perencanaan revitalisasi mendatang, tentu akan lebih baik," jelasnya.

Eko berharap rencana revitalisasi TIM akan memperkuat peran Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai sarana pendukung edukasi dan sains bagi masyarakat.

Revitalisasi TIM akan dilakukan dalam dua tahap. Fase pertama adalah pembangunan fasilitas baru seperti Plaza Graha Bhakti Budaya, Masjid Amir Hamzah, hotel, pusat kuliner, galeri seni, gedung perpustakaan dan pos pemadam kebakaran.

Sedangkan fase kedua mencakup asrama seni budaya, theater arena, dan sejumlah renovasi pada gedung planetarium.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA