Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Kemarau, Warga Bantaran Sungai Citarum Manfaatkan Lahan

Jumat 12 Jul 2019 22:31 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sebagian masyarakat di bantaran sungai Citarum, tepatnya di Desa Cicukang,  Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung memanfaatkan lahan yang ada saat  kemarau tengah berlangsung. Mereka banyak yang menanam pohon jagung dan  sereh dilahan di bantaran sungai

Sebagian masyarakat di bantaran sungai Citarum, tepatnya di Desa Cicukang, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung memanfaatkan lahan yang ada saat kemarau tengah berlangsung. Mereka banyak yang menanam pohon jagung dan sereh dilahan di bantaran sungai

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Warga Sungai Citarum manfaatkan lahan bantaran Sungai untuk tanam jagung

REPUBLIKA.CO.ID, MARGAHAYU -- Sebagian masyarakat di bantaran sungai Citarum, tepatnya di Desa Cicukang, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung memanfaatkan lahan yang ada saat kemarau tengah berlangsung. Mereka banyak yang menanam pohon jagung dan sereh di lahan di bantaran sungai.

Berdasarkan pantauan, di bantaran sungai terdapat lahan-lahan yang digunakan oleh warga untuk menanam. Beberapa diantaranya tanaman jagung terlihat sudah mulai membesar termasuk tanaman lainnya.

Baca Juga

Salah seorang warga, Abah Jajang (50) mengungkapkan jika musim kemarau lahan yang ada di bantaran sungai Citarum relatif sedikit yang bisa digunakan. Sebagian tanaman yang sudah berkembang ditanam sebelum musim kemarau.

"Disini biasanya tanaman jagung, sereh dan ubi. Abah ngelola 30 tumbak dibolehkan sama TNI," ujarnya saat ditemui di Bantaran Sungai Citarum, Jumat (12/7).

Ia mengungkapkan, masa subur di lahan tersebut bisa menghasilkan empat hingga lima kuintal jagung. Sementara saat kemarau hanya dua kuintal. Produk yang ditanamnya dikonsumsi sendiri dan dijual ke pasar Margahayu. 

Menurutnya, pihak TNI memperbolehkan masyarakat setempat untuk menggarap lahan tersebut. Asal dengan catatan dijaga dengan baik dan bersih. Ia mengatakan terdapat belasan warga yang memanfaatkan lahan.

Abah Jajang pun menanam sereh dengan hasil yang diperoleh 10 kilogram hingga 15 kilogram. Menurutnya, ia bersyukur bisa menggunakan lahan tersebut untuk memperoleh tambahan sampingan ekonomi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA