Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Saat Dua Kubu Milenial Pendukung Capres Berkolaborasi

Sabtu 13 Jul 2019 09:36 WIB

Rep: INAS WIDYANURATIKAH/ Red: Elba Damhuri

Sandiaga Salahuddin Uno dan Erick Thohir

Sandiaga Salahuddin Uno dan Erick Thohir

Foto: Republika/Sri Handayani
Ketua TKN Erick Thohir dijadwalkan hadir bersama Sandiaga Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok milenial dari kedua kubu pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden berencana berkolaborasi menggelar agenda bertajuk "Young Penting Indonesia".

Agenda yang rencananya akan digelar di Kemang Village, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/6) ini akan mempertemukan generasi milenial pendukung paslon 01 KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) pendukung paslon 02.

Dijadwalkan mantan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf akan hadir dan duduk satu panggung dalam acara tersebut. Inisiator acara, Arief Rosyid, mengatakan, kedua kelompok relawan ini sebelumnya memang berbeda pandangan politik.

Namun, pada akhirnya seluruh generasi milenial di semua kubu memiliki kepentingan yang sama, yaitu kemajuan Indonesia. KitaSatu merupakan relawan milenial pendukung Jokowi-Maruf, sementara GMI adalah relawan milenial pendukung Prabowo-Sandiaga.

Menurut Arief, hal yang paling penting dari gerakan ini adalah upaya menggeser peran milenial dari sekadar objek suara menjadi subjek yang ikut menentukan perubahan. "Milenial ingin segera mengakhiri rivalitas pilpres. Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi. Sama-sama membangun bangsa," kata Arief dalam konferensi pers, Jumat (12/7).

Pendapat senada diungkapkan Koordinator Nasional GMI, Sasha Tutuko. Ia berpendapat, generasi muda Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa lebih diasah melalui berbagai kolaborasi.

"Acara kolaborasi ini dilakukan sebagai usaha menjaga persaudaraan dalam politik. Kami menghargai aspirasi teman-teman sesama pendukung, jadi dengan acara ini tidak mengubah posisi masing-masing," ujar dia.

Dalam demokrasi, lanjut Sasha, ada posisi yang dijalankan masing-masing kubu, baik pemerintahan maupun oposisi. Kedua pihak memiliki peran penting sebagai penggerak mekanisme check and balance. Oleh sebab itu, kolaborasi penting dilakukan bagi generasi milenial meskipun memiliki perbedaan pandangan politik.

Ia melanjutkan, pesan pembina GMI, Sandiaga Uno, anak muda harus dapat bekerja sama membangun negeri dengan semangat persatuan Indonesia. "Perbedaan yang ada, jangan sampai merusak persaudaraan di antara generasi muda," kata Sasha.

Sebagai tanggung jawab moral anak muda Indonesia, dapat menghiasi perbedaan dengan bentuk yang sebaik mungkin. Sasha beserta anggota GMI lainnya sepakat bahwa berbeda tidak harus bermusuhan. GMI juga berharap terlaksananya kolaborasi ini bisa menjadi teladan bagi pendukung kedua belah pihak untuk tetap harmonis.

Sementara itu, Koordinator KitaSatu, Pradana Indraputra, menilai demokrasi bukan hanya tentang hasil, melainkan proses yang berjalan di dalamnya juga harus dilakukan dengan baik.

"Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun. Selalu menerima dengan tangan terbuka. Kita memilih demokrasi agar bangsa kita semakin kuat. Bukan sebaliknya," ujar Pradana.

Menurut dia, saat ini perubahan terjadi sangat cepat dan persaingan antarbangsa juga semakin ketat. Generasi milenial siap terlibat dalam pemerintahan untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar.

"Kami generasi milenial bukan minta dilibatkan. Selama ini kami justru telah terlibat secara mendalam. Kami merasa ikut bertanggung jawab menemani Pak Jokowi. Pemerintahan ke depan perlu punya roadmap pembangunan SDM milenial agar ada legacy yang jelas dalam menghadapi tantangan di masa depan," kata dia lagi.

Dalam kegiatan yang akan diselenggaran pada Sabtu tersebut, direncanakan akan ada pidato, baik dari Sandiaga Uno maupun Erick Thohir. Selain itu, akan ada penampilan dari The Overtunes dan Ramengvrl. Acara ini terbuka untuk umum, baik generasi milenial maupun semua generasi. (ed: agus raharjo)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA