Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Perdana Bertemu Pascapilpres, Jokowi: Ini Pertemuan Sahabat

Sabtu 13 Jul 2019 11:23 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Jokowi dan Prabowo menikmati perjalanan dengan ratangga, Sabtu (13/7).

Jokowi dan Prabowo menikmati perjalanan dengan ratangga, Sabtu (13/7).

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Jokowi minta masyarakat kembali bersatu sebagai sebuah bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan rivalnya saat pilpres 2019 lalu, Prabowo Subianto. Pertemuan perdana setelah kontestasi politik yang cukup panas tersebut dilakukan di Stasiun MRT Lebak Bulus di Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pagi. Pertemuan ini sekaligus menjawab desakan dari kelompok masyarakat agar ada rekonsiliasi antara kedua pihak yang sempat berseteru dalam panggung pilpres lalu. 

Prabowo Subianto tiba lebih dulu di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta pada pukul 09.51 WIB, Sabtu (13/7) pagi. Sementara Jokowi tiba pada pukul 10.00 WIB. Keduanya bersalaman sejenak sebelum kemudian naik kereta ratangga bersama menuju Senayan. 

Sesampainya di Stasiun Senayan, baik Jokowi dan Prabowo menyampaikan pidato politik masing-masing. Berikut kutipan lengkap pidato Jokowi.

Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara. Yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama tetapi Pak Prabowo juga sibuk, sering mondar-mandir ke luar negeri. Saya juga begitu. Perga-pergi dari Jakarta ke daerah dan ada juga yang keluar, sehingga pertemuan yang telah lama kita rencanakan belum bisa terlaksana dan alhamdulilah pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah coba MRT. 

Yang kedua, setelah kontestasi dan kompetisi di pilpres kita tahu kompetisi di pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya, kompetisi yang sangat keras baik di antara kami atau pendukung. Oleh sebab itu setelah pilpres usai silaturahim antara saya dan Pak Prabowo bisa kita lakukan pada pagi hari ini. Alhamdulilah sekali lagi sebagai sahabat, kawan, saudara. Saya sangat berterimakasih atas pengaturan sehingga kami bisa bertemu dengan Pak Prabowo.

Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama karena kita adalah negara sebangsa dan setanah air. Tidak ada lagi yang namanya 01 tidak ada lagi yang namanya 02.

Tidak ada lagi yang namanya cebong, tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda. Garuda pancasila.

Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebagai sebuah bangsa. Karena kompetisi global dan antarnegara sekarang ini semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara yang kita cintai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA